Serikat Guru Geram Hingga Tolak MPR untuk Mengulang Lomba Cerdas Cermat di Kalbar: Ini Uang Rakyat!
- YouTube/MPRGOID
FSGI menguraikan sejumlah alasan mengapa LCC Empat Pilar di Provinsi Kalimantan Barat tidak perlu diulang. Pertama, dengan mengulang Lomba artinya MPR membatalkan kemenangan SMAN 1 Sambas, padahal mereka menang karena usaha keras.
"Walau SMAN 1 Sambas mungkin diuntungkan dengan ketidakcermatan dewan juri, namun itu bukan kesalahan peserta didik dari SMAN 1 Sambas ini, itu kesalahan Dewan Juri yang tidak profesional. Jangan karena kesalahan dewan juri, anak-anak ini menjadi korban," beber Fahriza.
Selain itu, anak-anak peserta LCC tidak bersalah, sehingga bukan mereka yang harus disanksi melalui pengulangan lomba. Seharusnya, sanksi tegas diberikan kepada dewan juri.
Bahkan, MPR juga perlu mengevaluasi posisi jabatan para juri LCC karena sudah membuat citra lomba dan nama baik MPR tercoreng.
"Kalau kecurangan dari peserta, maka langkahnya bukan diulang tapi peserta yang curang itu didiskualifikasi," tambahnya.
Fahriza menilai, kalau LCC 4 Pilar di Kalimantan Barat diulang, dapat dipastikan seluruh peserta didik harus mempersiapkan ulang dan bisa jadi yang menang bukan SMAN 1 Sambas maupun SMAN 1 Pontianak. Jika ini terjadi, bisa jadi akan meninggalkan trauma psikis pada semua anak.
Dari segi finansial, kalau final harus diulang, biaya yang dikeluarkan negara juga tidak kecil.
"Ini uang rakyat lho. Begitupun biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak sekolah dan orangtua pasti juga tidak kecil. Belum kerepotan menyiapkan mental anak ketika harus diulang, terutama bagi SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak," tegas Fahriza.
Oleh sebab itu, kata Fahriza, semua sekolah yang masuk final LCC Kalimantan Barat berhak menolak untuk diulang dengan cara tidak hadir. Bagi SMAN 1 Sambas sebagai pihak yang dirugikan karena dibatalkan kemenangannya, juga bisa melayangkan gugatan PTUN dan perdata terhadap MPR RI jika terjadi pengulangan.
Kesalahan juri dalam LCC 4 Pilar MPR nyatanya bukan hanya terjadi sekali. Pada 2025 dewan juri juga pernah melakukan kesalahan dan diprotes oleh seorang peserta laki-laki.
Namun ini tidak viral karena dewan juri dinilai bijak. Segera melakukan evaluasi agar tidak ada peserta yang dirugikan.
Load more