Kasus Penjambretan di Jakarta Kian Marak, DPRD DKI Minta Pemprov Evaluasi Sistem Keamanan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Maraknya kasus penjambretan di Jakarta kembali menuai sorotan. Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di ibu kota.
Desakan tersebut muncul setelah seorang warga negara Italia menjadi korban penjambretan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Menurut Kevin, kejadian kriminal di kawasan strategis seperti Bundaran HI menunjukkan masih adanya kelemahan dalam pengawasan dan pengamanan ruang publik di Jakarta.
“Pemprov DKI juga tidak bisa lepas tangan. Perlu evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan kawasan strategis,” ujar Kevin, Jumat (15/5/2026).
DPRD DKI Soroti Pengamanan Kawasan Strategis
Kevin menilai evaluasi keamanan tidak cukup hanya dilakukan secara parsial. Ia meminta Pemprov DKI bersama aparat terkait melakukan pembenahan sistem pengamanan secara menyeluruh.
Beberapa hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian antara lain:
-
Patroli terpadu di kawasan rawan
-
Optimalisasi CCTV
-
Peningkatan penerangan jalan
-
Percepatan respons petugas
-
Penguatan koordinasi lintas instansi
Ia menyebut koordinasi antar lembaga seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, pengelola kawasan, hingga kepolisian harus diperkuat agar pengawasan ruang publik berjalan lebih efektif.
Menurut Kevin, kawasan strategis seperti Bundaran HI seharusnya menjadi area dengan tingkat keamanan tinggi karena menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Jakarta Disebut Tak Cukup Hanya Bangun Citra Kota Global
Kevin juga mengingatkan bahwa ambisi Jakarta menjadi kota global harus diimbangi dengan jaminan keamanan bagi warga maupun wisatawan.
Ia menilai pembangunan infrastruktur dan citra modern kota akan kehilangan makna apabila masyarakat masih merasa tidak aman saat berada di ruang publik.
“Jakarta boleh bermimpi menjadi kota global, tapi jangan sampai turis dan warga sendiri merasa tidak aman memegang handphone di pinggir jalan,” ungkapnya.
Menurut dia, keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kepercayaan publik terhadap sebuah kota metropolitan.
Kasus kriminal jalanan yang terus berulang dinilai dapat merusak citra Jakarta di mata wisatawan, investor, maupun masyarakat internasional.
Polisi dan Pemprov Diminta Jangan Tunggu Viral
Selain meminta evaluasi sistem keamanan, Kevin juga menekankan pentingnya sistem pencegahan kejahatan yang berjalan aktif dan responsif.
Ia mengingatkan pemerintah daerah dan aparat kepolisian agar tidak hanya bergerak setelah suatu kasus menjadi viral di media sosial.
Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan lebih cepat sebelum tindak kriminal semakin meluas.
“Keamanan warga dan wisatawan harus menjadi prioritas. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” jelas Kevin.
Ia menilai perlindungan terhadap ruang publik merupakan bagian penting dalam menjaga wajah dan martabat ibu kota.
“Karena menjaga keamanan ruang publik sama artinya dengan menjaga wajah dan martabat Jakarta,” tambahnya.
Kasus Penjambretan Kembali Jadi Perhatian
Dalam beberapa waktu terakhir, aksi penjambretan dan kriminal jalanan di Jakarta kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah kasus bahkan viral di media sosial karena terjadi di lokasi ramai dan menimpa wisatawan maupun warga yang sedang beraktivitas.
Kawasan pusat kota hingga titik keramaian dinilai masih menjadi area rawan tindak kriminal, terutama terhadap pengguna ponsel dan pejalan kaki.
Kasus yang menimpa turis Italia di Bundaran HI pun memunculkan kekhawatiran terkait keamanan ruang publik di Jakarta, khususnya di kawasan yang menjadi ikon ibu kota.
Masyarakat berharap aparat keamanan bersama pemerintah daerah dapat meningkatkan pengawasan dan memperkuat sistem pencegahan agar kasus serupa tidak terus terulang.(saa/nsp)
Load more