Menangkal Ancaman Krisis Iklim yang Kian Nyata, Puluhan Anak Muda Antusias Tanam Mangrove di Pesisir Jakarta
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan anak muda dari berbagai komunitas belum lama ini mengikuti aksi penanaman mangrove di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Mereka terlibat dalam kegiatan Garden of Memory: From Moscow To Jakarta yang digelar oleh Russian House Jakarta, Generasi Energi Bersih Indonesia, dan Yayasan Indonesia Bebas Emisi, pada hari pekan lalu.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain peserta dari berbagai komunitas, acara ini juga dihadiri mitra diplomatik serta perwakilan pemerintah.
Garden of Memory: From Moscow to Jakarta merupakan program lingkungan yang digelar untuk memperingati Victory Day atau Hari Kemenangan Rusia setiap 9 Mei.
Penanaman mangrove menjadi simbol diplomasi hijau antara Rusia dan Indonesia guna mendorong kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menciptakan masa depan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Russian House Jakarta dan Generasi Energi Bersih Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional terkait aksi iklim.
Langkah tersebut sejalan dengan target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.
Antusiame Pemuda Ikut Aksi Tanam Mangrove
Sekitar 80 pemuda dari berbagai komunitas tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Masing-masing peserta membawa satu bibit mangrove untuk ditanam di area pesisir Angke Kapuk.
Bakrie Center Foundation (BCF) turut terlibat sebagai mitra komunitas dan media partner. Para alumni dari berbagai program yang dimiliki yayasan tersebut juga hadir sebagai perwakilan.
Salah satu alumni BCF dari Campus Leaders Program Batch 8, Jihan, mengaku terkejut saat pertama kali turun langsung ke lokasi penanaman mangrove. Ia tidak menyangka kedalaman air di kawasan tersebut cukup tinggi.
“Kirain hanya selutut, ternyata di sini kok bisa sampai seleher ya airnya?”, serunya.
Kawasan Angke diketahui mengalami penurunan muka tanah yang cukup signifikan, dengan rata-rata mencapai 8 hingga 20 sentimeter per tahun.
Kondisi itu dipengaruhi karakter tanah aluvial yang lembek dan mudah memadat secara alami. Selain itu, penggunaan air tanah berlebihan serta tingginya kepadatan kawasan turut mempercepat penurunan tanah.
Akibat kondisi tersebut, permukaan air di sejumlah titik kawasan Angke kini lebih tinggi dibandingkan daratan sekitarnya. Meski harus berendam hingga leher, para peserta tetap semangat mengikuti aksi penanaman mangrove.
Semangat tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap ancaman krisis iklim dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
“Seru banget kegiatannya, karena selain kita bisa kenalan sama teman-teman lintas komunitas, dengan melihat langsung ke alam seperti ini, kita jadi lebih aware soal perubahan iklim yang terjadi. Ancamannya semakin nyata, gambarannya bisa kita lihat di Angke ini,” ungkap Jihan.
Partisipasi anak muda dalam upaya mencegah abrasi dan memulihkan ekosistem pesisir mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Kewaspadaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta, Handoko Tri.
“Pada dasarnya, kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk menjaga Jakarta agar tetap menjadi kota yang aman, nyaman, hijau, dan layak dihuni, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berbudaya dan berkelanjutan. Terima kasih untuk para pemuda yang telah hadir dan menunjukkan semangat untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” jelas Handoko. (rpi)
Load more