Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional
- Setpres
Jakarta, tvOnenew.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Komitmen ini salah satunya diwujudkan melalui percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ekosistem pangan nasional menuju Indonesia Emas.
Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Polri turut mendukung peresmian operasional 166 SPPG di 24 Polda jajaran yang dilaksanakan serentak dan terhubung secara daring dari masing-masing wilayah.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan hingga saat ini Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG memasuki tahap persiapan operasional, dan 468 lainnya masih dalam proses pembangunan, termasuk 33 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta masyarakat dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” ujar Kapolri saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Tuban, dikutip Minggu (17/5/2026).
- Istimewa
Kapolri menegaskan Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG pada 2026 guna memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pada tahun 2026, Polri menargetkan melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Kapolri.
Sementara itu, Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri Irjen Pol. Nurworo Danang menjelaskan Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, UMKM, koperasi lokal, hingga penguatan rantai pasok pangan nasional.
“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelas Irjen Pol. Nurworo Danang.
Untuk menjaga kualitas layanan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari proses produksi hingga distribusi.
Setiap fasilitas didukung sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, sertifikat uji laboratorium air, serta pemeriksaan food safety oleh tenaga kesehatan Dokkes Polri guna memastikan makanan yang disalurkan aman, higienis, layak konsumsi, dan bebas dari kontaminasi zat berbahaya.
Polri juga menghadirkan inovasi operasional melalui penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar utama yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mendukung layanan memasak dalam skala besar.
Selain memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, Polri juga bergerak dari hulu hingga hilir dalam membangun ketahanan pangan nasional.
Sebanyak 714 kelompok tani jagung binaan Polri di 42 Polres pada 8 Polda telah memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran mencapai Rp30,3 miliar untuk mendukung pengolahan lahan dan pembelian pupuk.
Untuk menjaga stabilitas pasokan hasil panen, Polri bersama sejumlah mitra juga memperkuat infrastruktur logistik pangan.
Saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda. Pada 2026, Polri akan menambah 10 gudang baru sehingga total menjadi 28 gudang.
Gudang tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 ton per unit, ditambah satu gudang utama berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Agenda Presiden di Tuban juga dirangkaikan dengan Panen Raya Jagung Kuartal II dan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan sebagai bagian dari penguatan swasembada pangan nasional.
Mengutip arahan Presiden RI, Kapolri menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.
“Sebagaimana amanat Bapak Presiden, menghasilkan pangan dan makanan adalah melanjutkan peradaban. Kami memahami bahwa penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutur Kapolri.
Seluruh langkah strategis tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden RI sekaligus menegaskan peran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi, ketahanan pangan, dan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.
Load more