Media Sosial Berduka atas Wafatnya Mahasiswi Fakultas Teknik Unhas, Kampus Soroti Pentingnya Kesehatan Mental
- Dok Pixabay
Saat keluarga dan rekan korban mendatangi pos keamanan kampus untuk meminta akses masuk ke gedung, petugas sekuriti menyampaikan bahwa korban telah ditemukan dan sedang dibawa ke rumah sakit.
Di sisi lain, sejumlah rekan korban di media sosial mengaku sempat mendengar keluhan korban mengenai kondisi emosional yang dialaminya.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan seluruh informasi yang beredar masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan secara pasti.
Unhas Sampaikan Duka Mendalam
Pihak Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin juga telah menyampaikan ucapan belasungkawa resmi atas wafatnya mahasiswi tersebut.
Ucapan duka itu disampaikan melalui pamflet resmi yang beredar di lingkungan kampus maupun media sosial.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap pimpinan dan civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.
Kabar ini pun memunculkan gelombang empati dari mahasiswa, alumni, hingga masyarakat luas yang menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga korban.
Unhas Sebut Peristiwa Ini Jadi Alarm Isu Kesehatan Mental
Selain menyampaikan belasungkawa, pihak kampus juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan mahasiswa.
Menurut Ishaq, peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi seluruh pihak mengenai kondisi psikologis remaja dan mahasiswa yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Peristiwa ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan remaja,” ujarnya.
Pihak kampus memastikan akan mengambil langkah-langkah mitigasi untuk merespons persoalan tersebut.
Namun hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penelusuran dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Unhas meminta publik memberikan ruang kepada keluarga serta menghormati proses pendalaman yang masih berlangsung.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan emosional, depresi, atau membutuhkan bantuan kesehatan mental, segera hubungi psikolog, psikiater, konselor, atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pendampingan profesional. (nsp)
Load more