Media Sosial Berduka atas Wafatnya Mahasiswi Fakultas Teknik Unhas, Kampus Soroti Pentingnya Kesehatan Mental
- Dok Pixabay
Disclaimer:
Artikel ini memuat informasi terkait dugaan bunuh diri dan tidak bertujuan menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda mengalami tekanan mental atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Gowa, tvOnenews.com - Media sosial dihebohkan dengan kabar wafatnya seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin dari Fakultas Teknik angkatan 2024 berinisial PTJ.
Kabar duka tersebut menyebar luas sejak Senin malam (18/5/2026) dan memicu simpati dari banyak warganet maupun kalangan mahasiswa. Ucapan belasungkawa hingga doa terus mengalir di berbagai platform media sosial.
Peristiwa itu terjadi di area Kampus Fakultas Teknik Unhas yang berada di Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pihak kampus membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan saat ini proses penelusuran masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti wafatnya korban.
Kampus Ungkap Kronologi Awal Kejadian
Kepala Bagian Humas Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan informasi awal diterima dari laporan mahasiswa kepada petugas keamanan kampus.
“Semalam, sekitar pukul 20.00 Wita, sekuriti di pos 1 FT didatangi seorang mahasiswa yang meminta dipanggilkan ambulans karena ada temannya yang jatuh dari lantai 1,” ujar Ishaq kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Setelah menerima laporan tersebut, petugas keamanan kampus langsung menghubungi sekuriti lain yang sedang berpatroli di sekitar lokasi kejadian.
Korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Yafika. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Jadi orang tua dan teman korban ke rumah sakit,” kata Ishaq.
Voice Note Korban Ramai Dibicarakan di Media Sosial
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, turut beredar rekaman suara atau voice note yang diduga dikirim korban sebelum kejadian.
Namun hingga kini, pihak kampus belum memberikan konfirmasi lebih lanjut terkait isi maupun keaslian pesan suara tersebut.
Ishaq menjelaskan sebelum kejadian, korban disebut sempat mengirim voice note kepada salah seorang temannya. Pesan itu kemudian diteruskan kepada orang tua korban.
“Orang tuanya juga ke kampus mencari korban bersama teman korban, tapi tidak ketemu,” jelas Ishaq.
Saat keluarga dan rekan korban mendatangi pos keamanan kampus untuk meminta akses masuk ke gedung, petugas sekuriti menyampaikan bahwa korban telah ditemukan dan sedang dibawa ke rumah sakit.
Di sisi lain, sejumlah rekan korban di media sosial mengaku sempat mendengar keluhan korban mengenai kondisi emosional yang dialaminya.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan seluruh informasi yang beredar masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan secara pasti.
Unhas Sampaikan Duka Mendalam
Pihak Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin juga telah menyampaikan ucapan belasungkawa resmi atas wafatnya mahasiswi tersebut.
Ucapan duka itu disampaikan melalui pamflet resmi yang beredar di lingkungan kampus maupun media sosial.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap pimpinan dan civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.
Kabar ini pun memunculkan gelombang empati dari mahasiswa, alumni, hingga masyarakat luas yang menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga korban.
Unhas Sebut Peristiwa Ini Jadi Alarm Isu Kesehatan Mental
Selain menyampaikan belasungkawa, pihak kampus juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan mahasiswa.
Menurut Ishaq, peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi seluruh pihak mengenai kondisi psikologis remaja dan mahasiswa yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Peristiwa ini menyalakan alarm bagi kita semua untuk memperhatikan isu kesehatan mental di kalangan remaja,” ujarnya.
Pihak kampus memastikan akan mengambil langkah-langkah mitigasi untuk merespons persoalan tersebut.
Namun hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penelusuran dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Unhas meminta publik memberikan ruang kepada keluarga serta menghormati proses pendalaman yang masih berlangsung.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan emosional, depresi, atau membutuhkan bantuan kesehatan mental, segera hubungi psikolog, psikiater, konselor, atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pendampingan profesional. (nsp)
Load more