GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Terkuak, Terdakwa Priyo Jujur 4 Nama Lain Cuma Karangan Ririn

Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu menyebut 4 nama pelaku lain hanya karangan dari Ririn Rifanto.
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:55 WIB
Tampang dua pembunuh satu keluarga Haji Sahroni yang terkubur dalam satu lubang di Indramayu
Sumber :
  • tvOneNews

Indramayu, tvOnenews.com - Priyo Bagus Setiawan, salah satu terdakwa mengungkap misteri kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Kabupaten Indramayu pada akhir Agustus 2025.

Priyo menyampaikan fakta terbaru melalui video yang dibuat pada 13 Mei 2026. Ia menegaskan, pengakuan ini dibuat dengan kesadaran penuh untuk mengungkap pelaku utama kasus pembunuhan satu keluarga ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Priyo meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi terkait kasus pembunuhan yang menimpa lima anggota keluarga Haji Sahroni. Terdakwa mengakui bahwa dirinya telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan pertama.

"Saya juga mengakui kegaduhan terjadi saat persidangan atas perintah Ririn dan Toni RM. Saya dipaksa berbohong dan memberikan keterangan palsu saat di persidangan," ujar Priyo dalam keterangan videonya dikutip, Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan bahwa, tidak ada nama lain sebagai pelaku pembunuhan ini. Ia mengatakan bahwa pelaku utama kasus pembunuhan satu keluarga tersebut adalah Ririn Rifanto.

"Saya hanya membantu peristiwa tersebut karena dalam tekanan diancam akan dibunuh Ririn," ungkap dia.

Soal 4 Nama Pelaku Lain dalam Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Tim Inafis Polda Jabar mengolah TKP kasus kematian Haji Sahroni dan empat anggota keluarga yang tewas terkubur dalam satu lubang di Indramayu
Tim Inafis Polda Jabar mengolah TKP kasus kematian Haji Sahroni dan empat anggota keluarga yang tewas terkubur dalam satu lubang di Indramayu
Sumber :
  • ANTARA/Fathnur Rohman

Ririn kembali memberikan pengakuan mengejutkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (18/5/2026). Di hadapan majelis hakim, ia menyinggung terkait empat nama lain.

Dalam persidangan sebelumnya, Ririn dengan tegas mengungkapkan bahwa dirinya bukan pelaku utama. Terdakwa membocorkan empat nama lain dan salah satunya sebagai otak kasus pembunuhan ini.

Priyo berkata jujur bahwa Ririn berupaya menghilangkan fakta pembunuhan ini. Nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko hanya berupa karangan yang dibuat oleh Ririn.

Lebih lanjut, Priyo mengungkapkan kronologi kejadian yang dijelaskan olehnya di persidangan sebelumnya. Ia mengaku seluruh pemaparannya hanya hasil dari imajinasi Ririn.

"Itu hanya karangan Ririn dan ditulis tangan oleh Ririn di lapas," katanya.

Ia menambahkan, tugasnya hanya membacakan skenario dibuat oleh Ririn di secarik kertas. Hal ini mendorong dirinya menyampaikannya dalam sidang perdana di PN Indramayu.

Priyo menegaskan, dirinya sama sekali tidak mengenali empat nama tersebut. Ia meyakini nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko hanya bersifat fiktif.

"Aslinya tidak ada nama itu. Nama-nama itu saya bahkan tidak tahu, itu hanya karangan Ririn," terangnya.

Ia coba merincikan keempat nama yang disebut sebagai pelaku utama. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa sosok Aman Yani.

"Hardi itu orangnya tidak ada, Yoga juga orangnya tidak ada, Joko juga tidak ada," tuturnya.

Pengakuan Priyo mengejutkan semua pihak dalam persidangan. Kuasa hukum Ririn, Toni RM juga kaget mendengar penjelasan yang disampaikan oleh terdakwa kasus pembunuhan tersebut.

Toni RM langsung memberikan beberapa pertanyaan untuk menyikapi kesaksian dilontarkan Ririn. Pengacara tersebut ingin mengetahui terkait sosok Aman Yani.

Aman Yani sendiri kebetulan sudah menghilang sejak lama. Sosoknya merupakan paman Ririn Rifanto sekaligus disebut sebagai dalang pembunuhan satuu keluarga di Indramayu.

Priyo sendiri kembali menegaskan bahwa, dirinya tidak mengenal Aman Yani. Bahkan, ia sama sekali tak bertemu terhadap sosok tersebut sebelumnya.

Ia mengatakan, keempat nama juga tidak ada dalam hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kata dia, empat nama lain tersebut baru menguak beberapa hari sebelum persidangan.

Priyo Bagus Setiawan Bongkar Kronologi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Haji Sahroni

Diketahui, kasus pembunuhan menewaskan satu keluarga Haji Sahroni terjadi di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Indramayu, Kamis (28/8/2026).

Adapun lima jenazah keluarga Haji Sahroni ditemukan tewas oleh warga. Kelima korban terkubur di dekat rumahnya pada Senin (1/9/2025) malam hari WIB.

Lima orang yang menjadi korban dan dikubur dalam satu liang lahat, di antaranya Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis Juwita Sari (40), Ratu Khairunnisa (7), dan bayi berusia 8 bulan.

Priyo menjelaskan kronologi sebenarnya. Hal ini bermula saat dirinya dan Ririn mendatangi kediaman Budi Awaludin.

Priyo bisa terlibat dalam kasus ini akibat diiming-imingi bisnis bersama korban. Ia bahkan dijanjikan akan mendapatkan uang sekitar ratusan juta rupiah.

Tawaran itu membuat Priyo dan Ririn pergi ke toko sembako milik Budi yang masih berada di dekat area rumah Haji Sahroni. Momen inilah menjadi detiik-detik kelima korban dibunuh oleh Ririn.

"Setelah itu, saya sama korban dan juga Ririn Rifanto itu pergi ke tokonya korban. Nah, korban itu Budi dihabisi di tokonya. Setelah itu, Ririn pun mengajak saya untuk menemaninya ke rumah Budi. Di situ, Ririn menghabisi Pak Sahroni, Euis, dan anak-anaknya," paparnya.

Priyo mengaku dirinya menyaksikan secara langsung terkait momen pembantaian tersebut. Ia mengatakan bahwa, Ririn menghabisi nyawa korban menggunakan palu dengan bahan besi.

(hap)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trafik Tol Kutepat Naik 19,65 Persen, 127 Ribu Kendaraan Melintas saat Libur Panjang

Trafik Tol Kutepat Naik 19,65 Persen, 127 Ribu Kendaraan Melintas saat Libur Panjang

PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) mencatat peningkatan signifikan volume lalu lintas kendaraan di ruas Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama pada 14–17 Mei 2026.
10 Hari Pascakecelakaan Maut Libatkan TKA Cina di Tanjungpinang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

10 Hari Pascakecelakaan Maut Libatkan TKA Cina di Tanjungpinang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, mengatakan penyidik masih melengkapi administrasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait perkara tersebut.
4 Doa Agar Dimudahkan Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

4 Doa Agar Dimudahkan Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Baca 4 doa ini agar dimudahkan menunaikan ibadah haji dan umrah, lengkap dalam bahasa Arab, latin dan terjemahan.
Guru Honorer dan Tantangan Pendidikan di Daerah Terpencil, Tidak Hanya Mengajar dengan Ilmu, tetapi juga Hati

Guru Honorer dan Tantangan Pendidikan di Daerah Terpencil, Tidak Hanya Mengajar dengan Ilmu, tetapi juga Hati

Guru honorer sering menjadi ujung tombak pendidikan di daerah. Mereka mengisi kekurangan tenaga pengajar dan tetap menjalankan tugas meski penghasilan yang diterima sering kali jauh dari ideal.
Polisi Ungkap Dua Pelaku Curanmor di Cikarang Telah Beraksi Enam Kali, di Jakarta Timur-Bekasi

Polisi Ungkap Dua Pelaku Curanmor di Cikarang Telah Beraksi Enam Kali, di Jakarta Timur-Bekasi

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan dua pelaku pencurian kendaraan bermotor berinisial JF dan AS di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (19/4).
Instruksi Tegas Sherly Tjoanda soal Rapat Tak Penting hingga Alokasikan Minimal 10 Persen APBD untuk Rakyat​​​​​​​

Instruksi Tegas Sherly Tjoanda soal Rapat Tak Penting hingga Alokasikan Minimal 10 Persen APBD untuk Rakyat​​​​​​​

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan pesan menohok sekaligus menyentuh saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 ... -

Trending

10 Hari Pascakecelakaan Maut Libatkan TKA Cina di Tanjungpinang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

10 Hari Pascakecelakaan Maut Libatkan TKA Cina di Tanjungpinang, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, mengatakan penyidik masih melengkapi administrasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait perkara tersebut.
4 Doa Agar Dimudahkan Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

4 Doa Agar Dimudahkan Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Baca 4 doa ini agar dimudahkan menunaikan ibadah haji dan umrah, lengkap dalam bahasa Arab, latin dan terjemahan.
Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Selengkapnya

Viral