Duduk 2,5 Jam Sampai Menguras Air Mata, Dedi Mulyadi Puji Drama Kolosal Sujiwo Tejo dan akan Kembali Hidupkan Teater di Sekolah Jabar
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat terobosan dalam memimpin kebijakan pendidikan dan pengelolaan anggaran daerah.
Di sela-sela perayaan puncak Milangkala Tatar Sunda, pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali seni peran di institusi pendidikan.
Dedi Mulyadi berencana memasukkan teater ke dalam kurikulum sekolah di seluruh Jawa Barat. Baginya, teater bukan sekadar tontonan, melainkan sarana pembentuk karakter anak muda.
"Saya akan menghidupkan kembali teater di setiap sekolah-sekolah, agar anak-anak berlatih peran. Dan nanti saya kasih program teater masuk sekolah. Ini penting. Dan nanti saya membuat surat edaran, setiap kenaikan kelas, harus diisi dengan pagelaran teater," tegas Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Minggu malam (17/5), dikutip dari laman jabarprov.go.id.
Menariknya, meski rangkaian acara Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah selama sebulan penuh, Dedi Mulyadi mengklaim tidak ada satu rupiah pun anggaran daerah yang terpakai.
Penggalangan dana dilakukan melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta dan sponsor.
"Saya tidak menghabiskan APBD. Seluruh rangkaian kegiatan yang dibuat dalam satu bulan ini, saya tidak mengambil satu rupiah pun dari anggaran daerah. Malam ini bank bjb juga untung besar sebab banyak mitra yang nonton kemudian ikut program Top Up masuk di bjb sekitar Rp70 miliar. Jadi ini untung," ungkapnya.
Kemeriahan perayaan ini ditutup dengan drama kolosal berjudul "Peuting Munggaran".
Pertunjukan yang disutradarai oleh Sujiwo Tejo ini berlangsung selama 2,5 jam dan sukses menyedot emosi penonton hingga tengah malam, tepat saat menyambut Hari Tatar Sunda pada 18 Mei 2026.
Drama tersebut menjadi panggung bagi nilai-nilai luhur Kerajaan Pajajaran, seperti silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Tokoh-tokoh besar seperti Prabu Siliwangi yang diperankan Teuku Rifnu Wikana, hingga sosok Soekarno yang dibawakan oleh Coki Sitohang, tampil memukau.
Sujiwo Tejo sendiri turut turun ke panggung berperan sebagai Sunan Kalijaga.
Dedi Mulyadi pun memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan orkestrasi seni yang emosional tersebut.
"Tidak semua orang bisa duduk sampai dua setengah jam, sampai tuntas, menguras emosi, menguras air mata. Saya ucapkan terima kasih, bahwa hari ini cerita tentang Pajajaran berhasil diproduksi dan diorkestrasi seluruh kegiatannya oleh Sujiwo Tejo," ujar KDM.
Ke depannya, Dedi sudah membocorkan rencana besar untuk tahun depan dengan mengangkat tema drama kolosal "Bubat".
Ia memandang napak tilas sejarah seperti ini adalah modal penting untuk membangun masa depan Jawa Barat.
Sebelum mencapai puncaknya di Bandung, kemeriahan ini diawali dengan kirab budaya Mahkota Binokasih yang menyisir sembilan kota, mulai dari Sumedang, Ciamis, hingga Cirebon.
Acara ini melibatkan partisipasi seni dari 27 kabupaten/kota serta perwakilan dari provinsi lain, mempertegas pesan persatuan di tanah Pasundan. (dpi)
Load more