Upayakan Kepulangan 9 WNI Peserta Flotilla Gaza, Pemerintah Pastikan Koordinasi Lintas Negara untuk Akses Transit
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah diplomasi maraton tengah dilakukan Pemerintah Indonesia guna menjamin keamanan dan kepulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza.
Pemerintah saat ini berfokus pada koordinasi dengan berbagai otoritas di luar negeri untuk memastikan proses transit berjalan lancar.
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan KBRI di sejumlah titik strategis, yakni Mesir, Turki, Italia, dan Yordania, untuk bersiaga.
Langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari bantuan medis hingga penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) jika dokumen asli para WNI tersebut disita oleh pihak Israel.
"Selanjutnya, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian," jelas Dudung dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5).
Upaya ini dilakukan menyusul kabar pencegatan konvoi kemanusiaan tersebut oleh militer Israel.
Dari total sembilan WNI, lima orang dilaporkan telah ditahan oleh pihak Israel, sementara empat lainnya masih berada di atas kapal yang berbeda di kawasan perairan Mediterania timur.
Dudung menegaskan bahwa kondisi para relawan yang masih berada di laut tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
"Situasi di lapangan masih sangat dinamis, keempat warga negara Indonesia yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan," ujarnya.
Secara politik, Indonesia tidak berdiri sendiri. Pemerintah telah bersinergi dengan sembilan negara lain, di antaranya Turki, Brasil, Pakistan, dan Spanyol, dalam sebuah pernyataan bersama.
Mereka secara tegas mengutuk aksi serangan Israel terhadap konvoi kapal kemanusiaan GSF tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru hingga Selasa, pasukan Israel diketahui telah mencegat sedikitnya 40 dari 54 kapal yang berpartisipasi dalam misi tersebut.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh perwakilan RI di wilayah terdampak tetap dalam posisi siaga penuh untuk berkoordinasi dengan otoritas setempat guna menindaklanjuti setiap perkembangan notifikasi mengenai kondisi para WNI. (ant/dpi)
Load more