News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Kembali Terkapar usai BI Rate Naik 5,25 Persen, Pasar Mulai Cemas Efek Suku Bunga

Rupiah kembali melemah setelah BI menaikkan suku bunga menjadi 5,25 persen. Pasar mencermati dampak BI Rate dan arah kebijakan The Fed.
Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB
Ilustrasi rupiah.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah sempat menguat sehari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), kurs rupiah di pasar spot tercatat berada di level Rp17.667 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan rupiah kembali berada dalam tekanan setelah sehari sebelumnya sempat menguat dari posisi penutupan Rp17.706 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski secara harian rupiah tercatat bergerak tipis, pasar menilai pelemahan mata uang Garuda masih berkaitan dengan respons investor terhadap kebijakan agresif Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Di sisi lain, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) justru tercatat menguat tipis sebesar Rp12 atau 0,07 persen ke level Rp17.673 per dolar AS.

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen

Kenaikan BI Rate menjadi sorotan utama pelaku pasar setelah Bank Indonesia mengambil langkah agresif untuk memperkuat pertahanan rupiah yang sebelumnya terus tertekan hingga menyentuh level terendah dalam beberapa waktu terakhir.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Rabu (20/5/2026) demi menjaga stabilitas rupiah dan meredam tekanan eksternal dari penguatan dolar AS.

Kebijakan tersebut diambil setelah rupiah beberapa kali mengalami pelemahan tajam sepanjang bulan ini.

Pasar kini mencermati apakah kenaikan suku bunga tersebut cukup efektif menahan tekanan terhadap rupiah di tengah kondisi global yang masih tidak stabil.

Rupiah Melemah Bersama Mata Uang Asia

Tekanan terhadap rupiah juga terjadi bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan tercatat melemah 0,45 persen, sementara baht Thailand turun 0,13 persen.

Selain itu, dolar Singapura melemah 0,06 persen dan yen Jepang turun 0,04 persen terhadap dolar AS.

Dolar Hong Kong juga bergerak melemah tipis sebesar 0,001 persen.

Namun tidak semua mata uang Asia mengalami tekanan. Beberapa mata uang justru mampu menguat terhadap dolar AS.

Rupee India tercatat menguat 0,47 persen, peso Filipina naik 0,21 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,18 persen.

Sementara itu, dolar Taiwan naik 0,16 persen dan yuan China menguat tipis 0,009 persen.

Dolar AS Masih Jadi Tekanan Utama

Di pasar global, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia tercatat menguat 0,07 persen ke level 99,16.

Padahal sehari sebelumnya indeks dolar sempat melemah 0,24 persen.

Pergerakan indeks dolar dalam sepekan terakhir terlihat fluktuatif seiring pasar terus mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Risalah rapat The Fed menunjukkan sebagian besar pejabat bank sentral AS mulai memperingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi terus bertahan di atas target 2 persen.

Kondisi tersebut membuat pasar kembali khawatir terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat di Amerika Serikat.

Pasar Waspadai Sikap Hawkish The Fed

Selain memberi sinyal penghentian pelonggaran moneter, sejumlah pejabat The Fed juga mulai membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.

Sikap hawkish tersebut menjadi salah satu faktor yang terus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Penguatan dolar AS biasanya membuat investor global cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang menuju aset-aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman.

Di tengah kondisi tersebut, langkah Bank Indonesia menaikkan BI Rate dipandang sebagai upaya menjaga daya tarik aset domestik sekaligus menahan arus keluar modal asing.

Meski begitu, pelaku pasar masih akan terus mencermati perkembangan global, terutama arah kebijakan The Fed dan pergerakan harga energi dunia yang masih menjadi faktor utama penggerak pasar keuangan internasional. (nsp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan Polisi Tak Ekspos Barang Bukti Foto Keluarga di Rumah Sentul

Alasan Polisi Tak Ekspos Barang Bukti Foto Keluarga di Rumah Sentul

Tim Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya mengamankan dua bingkai foto keluarga saat melakukan penggeledahan rumah yang terletak di wilayah Sentul, Parahyangan Golf, Nomor 2, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Akademisi Apresiasi Pernyataan Mensesneg soal Penanganan Kasus Korupsi

Akademisi Apresiasi Pernyataan Mensesneg soal Penanganan Kasus Korupsi

Ganjar mengapresiasi pernyataan Mensesneg yang menegaskan pemerintah menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Gerakan Langit Biru: Aksi Kader Demokrat Kaltim dan Kutai Timur Tanam Ratusan Pohon di Polder Ilham Maulana

Gerakan Langit Biru: Aksi Kader Demokrat Kaltim dan Kutai Timur Tanam Ratusan Pohon di Polder Ilham Maulana

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-25, jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur bersama DPC Partai Demokrat Kutai Timur (Kutim) melaksanakan aksi nyata peduli lingkungan. 
Ini Kata Polisi Soal Peluang Periksa Jampidsus Terkait Kasus Korupsi dan TPPU

Ini Kata Polisi Soal Peluang Periksa Jampidsus Terkait Kasus Korupsi dan TPPU

Polda Metro Jaya buka suara soal peluang periksa Jampidsus, Febrie Ardiansyah terkait pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU yang melibatkan PLN
Melangkah ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Bek Inter Milan Ini Sebut Swiss Sudah Siap Hadapi Argentina

Melangkah ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Bek Inter Milan Ini Sebut Swiss Sudah Siap Hadapi Argentina

Timnas Swiss memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Kolombia yang ditentukan lewat adu penalti.
Polda Metro Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU dalam Waktu Dekat

Polda Metro Segera Umumkan Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU dalam Waktu Dekat

Polda Metro Jaya dan Tim Kortastipidkor Polri menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU

Trending

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Ditangkap di Samarinda, Polisi Akhirnya Bekuk Tiga Tersangka Penyerangan Anggota Polri Katingan

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri di Samarinda, Kalimantan Timur menangkap tiga orang tersangka penyerangan anggota Kepolisian Resor Katingan, Kalimantan Tengah
Siapa Anak Rachmat Gobel? Putrinya Seorang Seniman, Putranya Pimpin Bisnis Gobel Group

Siapa Anak Rachmat Gobel? Putrinya Seorang Seniman, Putranya Pimpin Bisnis Gobel Group

Siapa anak Rachmat Gobel? Anggota DPR RI sekaligus bos Panasonic Indonesia, putranya seorang seniman dan putranya pimpin bisnis Gobel Group.
Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Tiga Polisi di Katingan Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti Mandau

Tiga Bandar Narkoba yang Bunuh Tiga Polisi di Katingan Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti Mandau

Kelly menerangkan, ketiganya juga melakukan perlawanan terhadap pihak kepolisian, saat dilakukan penangkapan. Sehingga pihaknya memberikan tindakan tegas dan terukur.
3 Shio yang Kebanjiran Rezeki pada 11 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Kebanjiran Rezeki pada 11 Juli 2026, Siapa Saja?

3 shio yang kebanjiran rezeki pada 11 Juli 2026 sudah terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Sabtu besok, siapa yang paling beruntung di akhir pekan ini?
Timnas Indonesia Day Hari Ini! Jadwal Garuda Pertiwi vs Timor Leste di Piala AFF Wanita 2026 Sore Nanti: Asa Jaga Gelar

Timnas Indonesia Day Hari Ini! Jadwal Garuda Pertiwi vs Timor Leste di Piala AFF Wanita 2026 Sore Nanti: Asa Jaga Gelar

Timnas Putri Indonesia memulai perjuangan di Piala AFF Wanita 2026 hari ini, Jumat (10/7/2026). Garuda Pertiwi akan hadapi Timor Leste pada laga pembuka Grup B.
Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: Scorpio Paling Cuan, Cancer Disarankan Refleksi

Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: Scorpio Paling Cuan, Cancer Disarankan Refleksi

Ramalan zodiak keuangan 11 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Scorpio diprediksi paling cuan dan Cancer disarankan refleksi di Sabtu besok.
Piala AFF 2026, John Herdman: Kami Tak Gentar sama Vietnam

Piala AFF 2026, John Herdman: Kami Tak Gentar sama Vietnam

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan skuad Garuda tidak gentar menghadapi Vietnam pada ajang Piala AFF 2026.
Selengkapnya

Viral