Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Instagram/@indramayuinfo
Subang, tvOnenews.com - Kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan, Citra bertemu dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Tujuannya menceritakan misteri kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam.
Pertemuan dengan Dedi Mulyadi membuat Citra mengungkap fakta terbaru. Bagian pilu menyebabkan KDM syok saat Priyo menceritakan kejahatan Ririn Rifanto terhadap satu keluarga Haji Sahroni.
Citra mulanya menjelaskan kepada Dedi Mulyadi terkait alasan Priyo membongkar kejadian sebenarnya. Hal ini tak lepas dari pengakuan Ririn Rifanto yang dinilai menyudutkan adiknya.
Priyo didesak agar tidak berbohong. Sambil menangis, terdakwa akhirnya berkata jujur terkait dugaan kejahatan Ririn Rifanto kepada Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan.
"Udah yo jujur aja, kalau udah jujur tenang. Meskipun dihukum mati, kamu enggak gentayangan. Kasihan orang tua," ujar Citra dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube milik Dedi Mulyadi, Jumat (22/5/2026).
Cerita Priyo Bongkar Momen Ririn Rifanto Diduga Bunuh Cucu Haji Sahroni
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
TRIGGER WARNING PEMBUNUHAN: Informasi ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan, penganiayaan, dan pembunuhan.
Citra menceritakan momen Ririn dan Priyo beraksi dalam kasus pembunuhan di kediaman Budi Awaludin di Paoman, Indramayu. Ia menyampaikan hal ini setelah dicecar oleh Dedi Mulyadi.
KDM mengetahui dari hasil fakta persidangan di PN Indramayu sebelumnya. Gubernur Jabar itu mengingat pengakuan dari Priyo yang menyebut tidak melakukan pembunuhan kepada keluarga Haji Sahroni.
"Gini Priyo itu kan tidak melakukan pembunuhan, tapi dia hanya menguburkan? Benar enggak? Dia tidak ikut memukul?," tanya Dedi Mulyadi.
Selaras dengan pernyataan Priyo, Citra mulanya menjelaskan aksi pembunuhan dilakukan Ririn kepada Budi Awaludin, Haji Sahroni, dan Euis. Terdakwa menghabisi ketiga korban menggunakan palu.
"Budi pakai palu, Pak Sahroni pakai palu, istrinya Budi (Euis) pakai palu," tutur Citra.
Dedi Mulyadi kemudian merasa penasaran cara Ririn diduga menghabisi kedua cucu Haji Sahroni. Citra menjelaskan kejahatan Ririn kepada Ratu tidak jauh berbeda dengan tiga korban.
"Si Ratu pas di persidangan, Priyo bilangnya pakai palu. Kalau yang bayi mah ditenggelamkan," terang Citra.
Cerita mengenai kesaksian dari Priyo langsung membuat Dedi Mulyadi merinding. Mantan Bupati Purwakarta itu hanya bisa menggelengkan kepala karena tak kuat mendengar aksi kekejaman ini.
Citra kemudian menceritakan secaradetail mengenai kejadian pilu dialami bayi berusia 8 bulan. Kata dia, berdasarkan kesaksian dari Priyo, adiknya sempat menenangkan cucu Haji Sahroni tersebut.
Priyo melakukan hal itu lantaran bayi berusia 8 bulan tersebut selalu menangis. Sayangnya upaya tersebut berakhir gagal lantaran cucu yang paling kecil langsung diambil oleh Ririn.
"Priyo sempat menyusui. (bayi berusia 8 bulan) disusui, didot dulu. Tapi karena menangis mulu, sama Ririn dimasukin ke bak," jelasnya.
"Oh, jadi asalnya bayi ini sama Priyo disusui dulu karena enggak tega," timpal KDM.
Ia membenarkan tujuan Priyo menggendong bayi tersebut karena merasa kasihan. Ironisnya, cucu Haji Sahroni itu langsung direbut oleh terdakwa 1.
"Enggak tega kan jadi disusui dulu. Karena bayinya menangis mulu, diambil sama Ririn terus ditenggalamkan ke bak," tegasnya.
Dedi Mulyadi hanya bisa menunjukkan reaksi syoknya. Ia sampai berkata, "Gila!."
Sang kakak merasa yakin bahwa Priyo bukan pelaku utama dalam kasus pembunuhan menimpa keluarga Haji Sahroni. Sebab, sang adik begitu dekat dengan anak kecil.
"Priyo itu enggak akan tega melakukan itu. Priyo selalu mengurus keponakan dari bayi. Anak saya saja diurus sama Priyo dari bayi," katanya.
Kesaksian Priyo saat Ririn Rifanto Habisi Satu Keluarga di Indramayu
- Instagram/@indramayuinfo
Sebelumnya, Ririn kembali berkata jujur dalam sidang lanjutan kasus ini di PN Indramayu, Rabu (20/5/2026). Di momen ini, Priyo ditanya mengenai pelaku utama pembunuhan tersebut.
"Ririn. Saya hanya bantu menguburkan," ungkap Priyo.
Terdakwa 2 itu pun ditanya terkait detik-detik peristiwa pembunuhan ini. Priyo menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025, sekitar pukul 23.30 WIB.
Ia mulanya menjelaskan awal mula aksi kekejaman ini menyasar pada korban Budi yang dihabisi di toko sembakonya. Kemudian, Ririn dan dirinya berlanjut ke empat anggota keluarga lainnya.
Priyo menyampaikan kondisi Budi Awaludin sempat diikat di bagian kaki dan tangannya. Selepas itu, korban digotong menggunakan bambu dan dinaikkan ke mobil pikap milik korban.
"Jenazah Budi digotong dan dibawa ke rumah, lalu diseret ke gudang walet untuk dikuburkan bersama keluarganya," papar Ririn.
Aksi kekejaman pun terjadi di rumah sebagai lokasi kejadian tersebut. Kemudian, ia menjalani tugasnya untuk bantu menguburkan lima jenazah korban dalam satu gundukan di area rumah korban.
"Pak Haji Sahroni yang pertama, kemudian Euis, anaknya yang besar, anak terakhir Budi yang bayi, baru Budi yang terakhir," tukasnya.
(hap)
Load more