GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Jumat, 22 Mei 2026 - 00:57 WIB
Kakak Priyo Bagus Setiawan, Terdakwa Ririn Rifanto, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Instagram/@indramayuinfo

Subang, tvOnenews.com - Kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan, Citra bertemu dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Tujuannya menceritakan misteri kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam.

Pertemuan dengan Dedi Mulyadi membuat Citra mengungkap fakta terbaru. Bagian pilu menyebabkan KDM syok saat Priyo menceritakan kejahatan Ririn Rifanto terhadap satu keluarga Haji Sahroni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Citra mulanya menjelaskan kepada Dedi Mulyadi terkait alasan Priyo membongkar kejadian sebenarnya. Hal ini tak lepas dari pengakuan Ririn Rifanto yang dinilai menyudutkan adiknya.

Priyo didesak agar tidak berbohong. Sambil menangis, terdakwa akhirnya berkata jujur terkait dugaan kejahatan Ririn Rifanto kepada Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), Ratu (7), dan bayi berusia 8 bulan.

"Udah yo jujur aja, kalau udah jujur tenang. Meskipun dihukum mati, kamu enggak gentayangan. Kasihan orang tua," ujar Citra dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube milik Dedi Mulyadi, Jumat (22/5/2026).

Cerita Priyo Bongkar Momen Ririn Rifanto Diduga Bunuh Cucu Haji Sahroni

Kakak Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu
Kakak Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

TRIGGER WARNING PEMBUNUHAN: Informasi ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan, penganiayaan, dan pembunuhan.

Citra menceritakan momen Ririn dan Priyo beraksi dalam kasus pembunuhan di kediaman Budi Awaludin di Paoman, Indramayu. Ia menyampaikan hal ini setelah dicecar oleh Dedi Mulyadi.

KDM mengetahui dari hasil fakta persidangan di PN Indramayu sebelumnya. Gubernur Jabar itu mengingat pengakuan dari Priyo yang menyebut tidak melakukan pembunuhan kepada keluarga Haji Sahroni.

"Gini Priyo itu kan tidak  melakukan pembunuhan, tapi dia hanya menguburkan? Benar enggak? Dia tidak ikut memukul?," tanya Dedi Mulyadi.

Selaras dengan pernyataan Priyo, Citra mulanya menjelaskan aksi pembunuhan dilakukan Ririn kepada Budi Awaludin, Haji Sahroni, dan Euis. Terdakwa menghabisi ketiga korban menggunakan palu.

"Budi pakai palu, Pak Sahroni pakai palu, istrinya Budi (Euis) pakai palu," tutur Citra.

Dedi Mulyadi kemudian merasa penasaran cara Ririn diduga menghabisi kedua cucu Haji Sahroni. Citra menjelaskan kejahatan Ririn kepada Ratu tidak jauh berbeda dengan tiga korban.

"Si Ratu pas di persidangan, Priyo bilangnya pakai palu. Kalau yang bayi mah ditenggelamkan," terang Citra.

Cerita mengenai kesaksian dari Priyo langsung membuat Dedi Mulyadi merinding. Mantan Bupati Purwakarta itu hanya bisa menggelengkan kepala karena tak kuat mendengar aksi kekejaman ini.

Citra kemudian menceritakan secaradetail mengenai kejadian pilu dialami bayi berusia 8 bulan. Kata dia, berdasarkan kesaksian dari Priyo, adiknya sempat menenangkan cucu Haji Sahroni tersebut.

Priyo melakukan hal itu lantaran bayi berusia 8 bulan tersebut selalu menangis. Sayangnya upaya tersebut berakhir gagal lantaran cucu yang paling kecil langsung diambil oleh Ririn.

"Priyo sempat menyusui. (bayi berusia 8 bulan) disusui, didot dulu. Tapi karena menangis mulu, sama Ririn dimasukin ke bak," jelasnya.

"Oh, jadi asalnya bayi ini sama Priyo disusui dulu karena enggak tega," timpal KDM.

Ia membenarkan tujuan Priyo menggendong bayi tersebut karena merasa kasihan. Ironisnya, cucu Haji Sahroni itu langsung direbut oleh terdakwa 1.

"Enggak tega kan jadi disusui dulu. Karena bayinya menangis mulu, diambil sama Ririn terus ditenggalamkan ke bak," tegasnya.

Dedi Mulyadi hanya bisa menunjukkan reaksi syoknya. Ia sampai berkata, "Gila!."

Sang kakak merasa yakin bahwa Priyo bukan pelaku utama dalam kasus pembunuhan menimpa keluarga Haji Sahroni. Sebab, sang adik begitu dekat dengan anak kecil.

"Priyo itu enggak akan tega melakukan itu. Priyo selalu mengurus keponakan dari bayi. Anak saya saja diurus sama Priyo dari bayi," katanya.

Kesaksian Priyo saat Ririn Rifanto Habisi Satu Keluarga di Indramayu

Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Priyo Bagus Setiawan, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Instagram/@indramayuinfo

Sebelumnya, Ririn kembali berkata jujur dalam sidang lanjutan kasus ini di PN Indramayu, Rabu (20/5/2026). Di momen ini, Priyo ditanya mengenai pelaku utama pembunuhan tersebut.

"Ririn. Saya hanya bantu menguburkan," ungkap Priyo.

Terdakwa 2 itu pun ditanya terkait detik-detik peristiwa pembunuhan ini. Priyo menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025, sekitar pukul 23.30 WIB.

Ia mulanya menjelaskan awal mula aksi kekejaman ini menyasar pada korban Budi yang dihabisi di toko sembakonya. Kemudian, Ririn dan dirinya berlanjut ke empat anggota keluarga lainnya.

Priyo menyampaikan kondisi Budi Awaludin sempat diikat di bagian kaki dan tangannya. Selepas itu, korban digotong menggunakan bambu dan dinaikkan ke mobil pikap milik korban.

"Jenazah Budi digotong dan dibawa ke rumah, lalu diseret ke gudang walet untuk dikuburkan bersama keluarganya," papar Ririn.

Aksi kekejaman pun terjadi di rumah sebagai lokasi kejadian tersebut. Kemudian, ia menjalani tugasnya untuk bantu menguburkan lima jenazah korban dalam satu gundukan di area rumah korban.

"Pak Haji Sahroni yang pertama, kemudian Euis, anaknya yang besar, anak terakhir Budi yang bayi, baru Budi yang terakhir," tukasnya.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Puan Ungkap Keterwakilan Perempuan di DPR Belum Penuhi Target 30 Persen

Puan Ungkap Keterwakilan Perempuan di DPR Belum Penuhi Target 30 Persen

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti soal jumlah keterwakilan perempuan di Parlemen. Menurutnya, jumlah pada periode 2024-2029 belum memenuhi target.
Sidak ke Hotel Jemaah Haji Indonesia di Al Hidayah Makkah, Timwas DPR RI Temukan Kamar Bocor Hingga Lift Bermasalah ‎

Sidak ke Hotel Jemaah Haji Indonesia di Al Hidayah Makkah, Timwas DPR RI Temukan Kamar Bocor Hingga Lift Bermasalah ‎

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI yang dipimpin langsung oleh Cucun Ahmad Syamsurijal, melakukan pemeriksaan mendadak ke pemondokan jemaah haji Indonesia di Hotel Buruz Hidayah, Makkah, pada Rabu (20/5). 
Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Era Digital Buat Pergeseran Cara Belajar Agama Kaum Muda, Ini Kata Akademisi

Era Digital Buat Pergeseran Cara Belajar Agama Kaum Muda, Ini Kata Akademisi

Maraknya hijrah digital dan influencer agama di era digital turut menyita perhatian akademisi.
Terima Kasih Damac FC, Al Nassr Bisa Angkat Trofi Liga Pro Saudi 2025/2026 jika 1 Syarat Ini Berhasil Terpenuhi

Terima Kasih Damac FC, Al Nassr Bisa Angkat Trofi Liga Pro Saudi 2025/2026 jika 1 Syarat Ini Berhasil Terpenuhi

Kemenangan atas Damac FC akan jadi penutup sempurna bagi pembuktian ambisi besarnya di Arab Saudi. Mampukan Al Nassr menutup laga terakhir dengan hasil manis?
Polda Metro Jaya Tangkap Empat Begal Bersenpi, Beraksi di Jakarta-Bekasi dan Pernah Tembak Korban

Polda Metro Jaya Tangkap Empat Begal Bersenpi, Beraksi di Jakarta-Bekasi dan Pernah Tembak Korban

Tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku begal yang beraksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya, dan videonya sempat viral di media sosial pada beberapa waktu lalu.

Trending

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Sidak ke Hotel Jemaah Haji Indonesia di Al Hidayah Makkah, Timwas DPR RI Temukan Kamar Bocor Hingga Lift Bermasalah ‎

Sidak ke Hotel Jemaah Haji Indonesia di Al Hidayah Makkah, Timwas DPR RI Temukan Kamar Bocor Hingga Lift Bermasalah ‎

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI yang dipimpin langsung oleh Cucun Ahmad Syamsurijal, melakukan pemeriksaan mendadak ke pemondokan jemaah haji Indonesia di Hotel Buruz Hidayah, Makkah, pada Rabu (20/5). 
Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Niat Baik Dedi Mulyadi Diprotes PKL Trotoar Cicadas yang Tolak Kompensasi Rp10 Juta, Minta Miliaran

Dedi Mulyadi tak goyah hadapi protes PKL Cicadas yang tolak kompensasi Rp10 juta dan tuntut miliaran usai pembongkaran trotoar Jalan Ahmad Yani Bandung.
Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Cari Keberadaan Aman Yani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bapak Balik, Dana Pensiun Saya Tambah Rp750 Juta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mencari sosok Aman Yani yang hilang sejak 2016 saat menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Kabar Baik untuk Warga Jabar, KDM Rencanakan Perubahan Nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan Konsep seperti ini

Belum lama ini Kang Dedi Mulyadi atau KDM merencanakan perubahan nama Alun-alun menjadi Kota Tua dengan konsep tertentu. Salah satu daerah fokusnya Karawang
Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Apresiasi untuk Pemimpin Daerah, Sherly Tjoanda Raih 2 Penghargaan karena Berhasil Menurunkan Pengangguran sampai Stunting

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membagikan momen manis karena mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.
Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Jawaban Bos Sassuolo soal Nasib Jay Idzes di Bursa Transfer, Kapten Timnas Indonesia Berpotensi Pindah

Bos Sassuolo berbicara tentang situasi Jay Idzes menjelang bursa transfer musim panas. Sang kapten Timnas Indonesia bisa pindah setelah musim ini berakhir.
Selengkapnya

Viral