Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sebut Kirab Milangkala Tatar Sunda Tingkatkan Ekonomi Daerah: Hotel-hotel Penuh
- Antara
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengungkap dampak dari gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026. Ia menyampaikan hal ini lantaran Kirab Mahkota Binokasih telah tuntas dilaksanakan sampai 18 Mei 2026.
Dedi Mulyadi menilai dampak dari festival ini. Menurutnya, Kirab Mahkota Binokasih tidak sekadar mengenang peristiwa budaya, namun juga bisa mendongkrak ekonomi.
Selain itu, kata Dedi Mulyadi, Hari Tatar Sunda juga berdampak pada sosial hingga lingkungan. Hal ini mengingat ajang Kirab ini digelar di sembilan kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jabar.
KDM sapaan akrabnya memberikan gambaran dari segi ekonomi. Ia berpendapat ada perputaran peningkatan ekonomi daerah yang dirasakan oleh warga di masing-masing wilayahnya.
"Dari sisi ekonomi memberikan implikasi kuat," kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya dikutip, Jumat (22/5/2026).
Kenapa Dedi Mulyadi Yakin Ekonomi Daerah Meningkat?
- Biro Humas Pemprov Jabar
Ia membagikan contoh dari sektor jasa atau tersier. Tak sedikit industri pariwisata hingga perhotelan mengalami peningkatan pendapatan.
Banyak masyarakat lokal maupun dari luar Jabar rela mendatangi setiap lokasi gelaran acara ini. Kehadiran wisatawan membuat pendapatan ekonomi melonjak secara drastis.
"Coba lihat hotel-hotel penuh, kunjungan ke Jawa Barat juga meningkat, serta beberapa daerah mulai tampak bersih," tuturnya.
Hitungan Perputaran Ekonomi dari Kirab Milangkala Tatar Sunda
Mengacu dari data penyelenggara, acara Kirab Mahkota Binokasih membuat perputaran ekonomi mencapai angka yang sangat signifikan. Jumlah dari hasil pendapatan ini menyentuh angka Rp60,67 miliar.
Hitungan total perputaran ekonomi ini berdasarkan dari sembilan daerah yang menjadi tempat gelaran Kirab Milangkala Tatar Sunda.
Kenapa bisa demikian? Jumlah angka perputaran ekonomi ini berdasarkan akumulasi kehadiran penonton. Dari sembilan kabupaten/kota, penonton yang hadir sekitar 1.213.500 orang.
Perputaran ekonomi bisa menjadi lebih dari Rp80 miliar. Hitungan ini apabila ditambah dengan kebutuhan belanja selama berlangsungnya acara ini yang mencapai Rp24,3 miliar.
Mengacu dasar dari data Badan Pusat Statistik (BPS), estimasi perhitungan pengeluaran bagi wisatawan lokal paling minimal sekitar Rp50.000. Sementara, mereka bisa menghabiskan uang paling banyak sekitar Rp350.000 per orang.
Load more