Siswa Protes Sebutan SMA Maung Aneh, Dedi Mulyadi Bereaksi: Itu Bukan Jadi Penamaan
- jabarprov.go.id
Jakarta, tvOnenews.com - Program SMA Maung yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menuai beragam respons dari kalangan pelajar. Hal ini pun mendapat respons Gubernur Jabar Dedi Mulyadi atau KDM.
Sejumlah siswa mengaku kurang sepakat dengan penggunaan istilah tersebut karena dinilai berpotensi mengubah identitas sekolah yang sudah dikenal sejak lama.
Pendapat para siswa itu pun viral muncul dalam video yang beredar di TikTok. Dalam video tersebut, beberapa pelajar dari SMA 5 Bandung menyampaikan pandangan mereka mengenai istilah SMA Maung.
Sebagian siswa menilai penyebutan itu terasa janggal ketika digunakan dalam percakapan sehari-hari. Mereka khawatir nama sekolah yang selama ini melekat akan tergantikan dengan istilah baru.
"Aneh pas saat nyebut aja sih Om. Jadi misalkan dari SMA mana?, Maung 5 gitu, kan jadi aneh," kata salah satu siswa.
Selain itu, ada pula yang menilai istilah tersebut seolah menghapus identitas sekolah yang sudah memiliki sejarah panjang dan dikenal luas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa SMA Maung bukanlah nama baru untuk sekolah, melainkan hanya istilah yang menggambarkan konsep manusia unggul.
"Buat adikku yang ganteng-ganteng, yang pinter-pinter, SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan. Maung itu Manusia Unggul. Artinya, pengganti dari kalimat favorit," kata Dedi Mulyadi.
Menurut KDM, konsep tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan sekolah yang mampu melahirkan siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Istilah sekolah favorit, lanjut dia, selama ini identik dengan penerimaan siswa melalui jalur akademik maupun prestasi tertentu seperti olahraga, seni, dan industri kreatif.
"Karena manusia unggul tuh bukan hanya akademik saja, non-akademik juga merupakan keunggulan. Dia menjadi pemain sepak bola handal, itu juga unggul. Manusia unggul itu," ujar Dedi Mulyadi.
Ia memastikan tidak ada perubahan nama terhadap sekolah-sekolah yang sudah ada. Nama resmi SMA di Jawa Barat tetap dipertahankan seperti sebelumnya.
Dedi Mulyadi mencontohkan sejumlah sekolah seperti SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung, SMA Negeri 1 Purwakarta, SMA Negeri 1 Subang, hingga SMA Negeri 1 Indramayu tetap menggunakan nama lama dan tidak akan diganti.
"Nanti tidak ada perubahan istilah, SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, enggak ada istilah begitu," kata KDM sambil tertawa.
"Sekolahnya tetap seperti dulu, SMA 1, SMA 3, SMA 1 Kabupaten Bogor, SMA mana, di seluruh Provinsi Jawa Barat sama namanya ya," sambungnya.
Dedi Mulyadi juga menegaskan istilah “Maung” tidak hanya ditujukan kepada sekolah yang selama ini dianggap favorit. Menurutnya, semua sekolah memiliki peluang melahirkan siswa unggulan sesuai kemampuan masing-masing.
"Kalimat Maung itu kalimat istilah, itu disebutnya sekolah-sekolah unggul, manusia unggul. Jadilah manusia unggul, dan tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorit," kata KDM.
"Sekolah yang tidak dianggap favorit pun akan lahir manusia-manusia unggul, sesuai dengan kualifikasinya. Terima kasih Dek, salam ya, tetap semangat," tutup Dedi Mulyadi. (nba)
Load more