Wakil Dirut Pertamina: Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi
- Istimewa
Oki juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi migas domestik untuk memperkecil kesenjangan antara kapasitas pengolahan dan produksi nasional. Saat ini kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
“Kami terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi. Pada saat yang sama, kami juga memperkuat portofolio gas bumi melalui partisipasi dalam proyek-proyek strategis,” kata Oki.
Selain memperkuat operasi domestik, Pertamina juga terus mengembangkan portofolio internasional secara selektif. Menurut Oki, perusahaan memiliki pilihan untuk mengejar nilai ekonomi melalui investasi luar negeri maupun memperkuat pasokan energi bagi kebutuhan dalam negeri.
Lebih lanjut, Oki menegaskan bahwa pencapaian ketahanan energi memerlukan kolaborasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, komunikasi dan keterlibatan yang berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menyelaraskan kebijakan, keekonomian proyek, dan tujuan pembangunan nasional.
Dalam membangun daya saing, Pertamina memanfaatkan kekuatan sebagai perusahaan energi terintegrasi yang memiliki rantai bisnis dari hulu hingga hilir. Pengalaman panjang dalam pengembangan minyak dan gas bumi, infrastruktur yang telah tersedia, serta penguatan kemitraan strategis menjadi modal penting untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan global.
Pertamina juga memandang kemitraan sebagai sarana untuk mengurangi risiko dan mempercepat pengembangan berbagai peluang usaha.
“Kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company membantu menurunkan risiko, memperkuat disiplin investasi, serta mempercepat pengembangan berbagai peluang bisnis yang mendukung ketahanan energi,” kata Oki.
Oki juga menilai ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi energi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil dan aman untuk investasi. Menurutnya, sekitar 50 persen pertumbuhan permintaan energi berasal dari kawasan ini. Selain itu, dukungan regulator dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke ASEAN.
“ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil. Dukungan regulator dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke kawasan ini,” tutup Oki. (aag)
Load more