KDM Tak Main-main soal Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Sampai Buat Sayembara Berhadiah Rp750 Juta
- jabarprov.go.id
Indramayu, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulaydi yang akrab disapa KDM tak main-main soal kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, Jawa Barat. KDM sampai menggelar sayembara dengan hadiah fantastis senilai Rp750 juta untuk menemukan sosok bernama Aman Yani yang hingga kini misterius keberadaannya.
Nama Aman Yani mencuat setelah disebut oleh salah satu terdakwa sebagai sosok yang diduga menjadi otak di balik pembunuhan sadis yang menewaskan lima orang pada Agustus tahun lalu.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat bertemu dengan adik Aman Yani.
Namun hingga kini, keberadaan pria tersebut masih menjadi teka-teki.
"Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagramnya @dedimulyadi71, Jumat (22/5/2026).
KDM bahkan memperlihatkan foto Aman Yani dalam video tersebut. Ia menyebut nama itu kini menjadi sosok penuh misteri karena dikaitkan dengan kasus pembunuhan Haji Sahroni dan keluarganya di Indramayu.
Tak hanya itu, Dedi juga menyinggung adanya dugaan kejanggalan terkait pencairan dana pensiun Aman Yani. Menurutnya, dana pensiun saat Aman Yani bekerja diketahui telah dicairkan oleh seorang pengacara bernama Khotib atas arahan Ririn.
Padahal, kata Dedi Mulyadi, terdapat tanda tangan kuasa atas nama Aman Yani meski pihak yang mencairkan dana disebut tak pernah bertemu langsung dengannya.
"Apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu ini peristiwa paling aneh," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian meminta Aman Yani untuk kembali pulang apabila memang masih hidup. Ia bahkan berjanji akan mengganti dana pensiun yang disebut sebesar Rp400 juta dan menambahkannya menjadi Rp750 juta.
Load more