Polisi Pastikan Model Ansy Jan De Vries Bukan Korban Begal, Ternyata Luka di Kepala Akibat Bisul Pecah
- tvOnenews - adinda
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik pernyataan Model atau MUA Ansy Jan De Vries yang mengaku menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga usai viral di media sosial.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.
Pihak kepolisian telah melakukan visum dan diketahui bahwa luka di kepala korban medupakan bisul pecah.
“Dan kami sampaikan pada konferensi pers ini bahwa berita tersebut adalah bohong. Ini sudah didalami, termasuk sudah dilakukan visum et repertum terhadap luka. Kami ulangi kembali, luka tersebut adalah bisul yang meletus. Jadi bukan karena bacokan pelaku begal,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, Budi menerangkan, pihak Direktorat PPA dan PPO, termasuk Subdit PPA-PPO Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, Dokkes Polda Metro Jaya beserta tim psikolog, juga telah mendatangi yang bersangkutan dan meminta keterangan.
Kemudian, atas peristiwa ini, Budi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan penggunaan media sosial dan menggunakan media sosial secara bijak.
“Sebenarnya tujuan kita adalah untuk memberikan edukasi, literasi kepada masyarakat untuk tidak mudah, tidak sembarangan menggunakan media sosial. Kita berharap kita tidak menjadi bagian dari korban dalam suatu peristiwa pidana, tapi ini unggahan mengakui dirinya menjadi korban,” terang Budi.
Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya memastikan bahwa Model atau MUA Ansy Jan De Vries bukan korban begal maupun tindakan kriminal lainnya. Hal ini menanggapi soal beberapa waktu lalu viral di media sosial bahwa dirinya diduga menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, pihaknya dalam hal ini telah melakukan pengecekan terhadap korban dengan tim Direktorat PPA dan PPO bersama Satres PPA PPO Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk, dan didampingi oleh UPT P3A dan psikologi, termasuk Dokkes Polda Metro Jaya.
“Jadi terkait tentang adanya informasi selebgram ataupun model MUA, saudari AWS. Kami melakukan proaktif mendatangi saudari AWS dan sudah melakukan interogasi. Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Rabu (20/5/2026).
Kemudian, Budi menuturkan, hal ini juga sudah diklarifikasi dari manajemen Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat, bahwa tidak ada nama saudari AWS di rumah sakit tersebut selama 1 bulan terakhir di bulan ini.
Sementara itu, Budi mengungkapkan, yang bersangkutan menyebarkan informasi soal begal tersebut dilatarbelakangi motif iseng lantaran maraknya informasi viral soal begal.
“Apa motifnya? Yang pertama, karena iseng. Yang kedua, ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi tadi siang dan sudah dilakukan pendalaman,” terang Budi.
Terkait hal ini, Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan, dan dapat disimpulkan dari hasil pendalaman bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana.
“Kami mengapresiasi kepada seluruh masyarakat yang menginformasikan melalui media sosial tentang beberapa peristiwa terjadinya begal, tawuran, dan aksi kriminal lainnya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bersosial media untuk tidak menghembuskan berita-berita yang menyesatkan sehingga menimbulkan kegaduhan di ruang digital dan di ruang publik,” tegas Budi. (ars/aag)
Load more