Dedi Mulyadi Buka Sayembara Cari Sosok Aman Yani Terkait Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, Siapkan Hadiah Rp750 Juta: Temukan Hidup Atau Mati
- TikTok @dedimulyadiofficial
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM membuka sayembara dengan hadiah ratusan juta rupiah bagi siapa saja yang dapat menemukan keberadaan sosok bernama Aman Yani.
Dedi Mulyadi mengaku penasaran dengan nasib Aman Yani yang belakangan ramai diperbincangkan dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu.
Nama Aman Yani sebelumnya muncul dalam pengakuan Ririn Rifanto terkait perkara tersebut. Namun, terdakwa lain bernama Priyo kemudian menyatakan bahwa Aman Yani tidak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Situasi itu membuat sosok Aman Yani menjadi perhatian publik dan ramai dicari warganet di media sosial.
KDM meminta Aman Yani segera pulang apabila masih hidup. Ia bahkan menjanjikan uang ratusan juta rupiah.
"Pak Aman Yani, kalau masih hidup Anda, pulang ke Indramayu, itu dana pensiun dulu yang diambil Ririn Rp 500 juta saya bayar, saya kasih dari saya," kata Dedi Mulyadi.
Tak berhenti di situ, Dedi Mulyadi mengatakan jumlah uang yang disiapkan akan ditambah menjadi Rp750 juta.
"Saya tambahin Rp 250 juta, jadi Rp 750 juta. Ayo pulang," kata KDM.
Dedi Mulyadi juga menawarkan nominal serupa kepada siapa pun yang dapat memberikan informasi akurat mengenai keberadaan Aman Yani.
"Atau bagi mereka yang tahu Pak Aman Yani, kemudian bisa menemukannya, saya kasih Rp 750 juta," kata Dedi Mulyadi.
Ia turut memperlihatkan foto lama Aman Yani yang diperoleh dari pihak keluarga.
"Ada fotonya gak Aman Yani? Foto waktu sebelum pergi," ucap KDM.
Dedi Mulyadi kemudian berdialog dengan adik Aman Yani terkait dugaan utang kepada Ririn Rifanto. Ia mempertanyakan kemungkinan Aman Yani meminjam uang hingga Rp300 juta kepada Ririn.
"Ini kan udah terang benderang, pengacara sudah terbuka. Uang pensiunnya diambil Ririn karena dibuat keterangan seolah-olah Pak Aman Yani punya utang Rp 300 juta. Mungkin gak Pak Aman Yani pinjem uang ke Ririn Rp 300 juta?," tanya KDM.
Sang adik menilai hal itu tidak masuk akal karena menurutnya kondisi ekonomi Aman Yani tergolong mapan.
"Gak mungkin Pak, karena bapaknya Ririn itu makannya dari kakak saya," ucap sang adik.
Ia juga menjelaskan hubungan keluarga antara Aman Yani dan keluarga Ririn.
"Istri Kang Aman punya kakak namanya Saurip, Saurip itu bapaknya Ririn," lanjutnya.
Menurut pengakuan keluarga, Saurip bahkan disebut tinggal sehari-hari di rumah Aman Yani.
"Itu pun (Ririn) kerja di BJB menurut pengacaranya cuma sebentar," kata dia.
Namun, Dedi Mulyadi meluruskan bahwa Ririn bukan pegawai tetap bank, melainkan hanya bekerja sebagai tenaga pemasaran.
"Ririn itu bukan kerja di Bank Jabar, tapi sejenis sales yang menghubungkan Bank Jabar dengan kelompok usaha," kata KDM.
Pihak keluarga Aman Yani juga mengaku kehidupan keluarga Ririn berubah sejak Aman Yani menghilang.
"Pas Kang Aman menghilang, keluarga Ririn ini berantakan. Ibu bapaknya cerai, bapaknya Ririn pergi ke Kalimantan," ucapnya.
Selain itu, keluarga menyebut Ririn tetap tampil mewah meski tidak memiliki pekerjaan tetap.
"Ririn juga gak kelihatan kerja, tapi mau dipanggilnya 'bos'," ujarnya.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi mengaku memiliki dugaan tersendiri terkait keberadaan Aman Yani. Ia mempertanyakan kemungkinan Aman Yani sudah meninggal dunia akibat sakit, kecelakaan, atau bahkan berkaitan dengan kasus pembunuhan.
"Kalau hidup yang saya umumkan tadi (diberi uang), kalau meninggal, sakit kah, kecelakaan kah, di mana kuburannya? Atau karena kasus pembunuhan," kata KDM.
Menurut Dedi Mulyadi, hilangnya Aman Yani merupakan teka-teki besar yang harus segera diungkap.
"Walaupun saya sih punya feeling beda, kan masa di era media sosial, terbuka seperti ini. Kalau Pak Aman Yani masih ada masa gak balik, kalau gak punya ongkos tinggal datang ke Pos Polisi," ungkap KDM. (nba)
Load more