Pengakuan Mengejutkan Ilma Sani saat Dibawa ke Kantor Grib Jaya: Banyak Kata-kata Tidak Pantas
- tvOnenews - adinda
Kemudian Gufroni menerangkan, pelayangan laporan yang kedua yakni terkait peretasan handphone milik Ilma Sani Fitriana yang diduga menjadi penyebab Hercules marah.
“Ya, kami sudah punya bukti-bukti screenshot, tangkapan-tangkapan layar yang menunjukkan bahwa memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ilma mengungkapkan, dirinya dipaksa copot jilbab, ditodong senjata api, hingga diancam akan telanjangi ayahnya.
"Beliau tidak percaya, akhirnya bilang kamu ini gimana sih, kamu kan perempuan kamu harusnya berbuat baik, copot saja itu jilbab kamu,” ujar Ilma sambil menangis di Komnas HAM, Jakarta pada Kamis (21/5/2026).
“Saya merasa tidak adil diperlakukan seperti ini, kalau misalnya Bapak kamu ada di sini sudah saya telanjangin Bapak kamu, nanti biar kamu yang videokan," lanjut ceritanya.
Saat rumahnya didatangi 4 orang anggota GRIB Jaya mencari ayahnya, Ahmad Bahar, Ilma tidak bisa menolak untuk ikut anak buah Hercules ke kantor GRIB Jaya.
Mereka memaksanya ikut dengan dalih bakal dibuatkan surat diatas materai untuk menjamin keselamatannya.
"Saya bilang tidak mau, akhirnya Pak RW datang dan Babinmas datang juga, mau tidak mau harus ikut karena kalau saya tidak ikut akan semakin banyak orang akan datang,” bebernya.
“Tadinya yang datang itu memang sekitar 4 orang, lama-lama bertambah banyak, saya takut kalau misalnya menek di rumah kenapa-napa dengan banyaknya orang yang datang," jelasnya.
Bahkan dia menjelaskan, pihak RT dan Babinmas menyebutkan jika dia tak ikut, dia bakal tetap diseret oleh anggota GRIB Jaya hingga akhirnya dia pun terpaksa mengikuti kemauan anggota GRIB Jaya tersebut ke Kantornya di kawasan Kedoya Selatan.
Singkatnya, dia lantas bertemu Hercules di kantor GRIB Jaya, disitu dia justru dituduh mengancam istrinya melalui pesan WhatsApp.
"Pak Hercules bilang, kamu nih ya ngapain ancam-ancam saya dan istri saya, saya bilang maaf Pak bukan saya, tapi beliau tetap tidak percaya, padahal saya juga sudah jelaskan sebelumnya sama tim anggota Grib itu, saya sudah bilang itu bukan saya, lagian saya siapa sih berani-beraninya ngancam beliau, urusan saya apa saya kenal saja enggak, tahu istrinya juga enggak," jelasnya.
Load more