Eks Transmigran di Marangkayu Kini Nikmati Hasil Karet hingga Rp4,5 Juta per Bulan, Wamentrans Siap Perjuangkan Pupuk Subsidi
- Nadiyas Utami Pratiwi
Kini, harga karet mengalami kenaikan hingga mencapai Rp15.500 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan warga transmigran yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil sadap karet.
“Sekarang alhamdulillah bisa meningkat. Penghasilan bisa Rp3 juta sampai Rp4,5 juta per bulan,” ujarnya.
Peningkatan pendapatan itu dinilai memberi harapan baru bagi masyarakat eks transmigran yang selama ini bertahan secara mandiri tanpa banyak pendampingan.
Infrastruktur Jalan Produksi Masih Jadi Kendala
Di balik mulai membaiknya ekonomi warga, para petani masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, terutama infrastruktur jalan produksi.
Menurut Sugianto, akses jalan menuju kebun hingga kini belum mendapatkan perhatian maksimal sehingga menyulitkan aktivitas distribusi hasil kebun masyarakat.
“Kendala kami itu jalan produksi. Selama ini belum pernah dipikirkan pemerintah,” katanya.
Selain infrastruktur, warga juga berharap adanya dukungan sarana produksi seperti alat perawatan kebun hingga pupuk.
Para petani mengaku selama ini menjalankan seluruh aktivitas perkebunan secara mandiri tanpa bantuan subsidi pupuk dari pemerintah.
“Kami juga berharap ada bantuan pupuk dan sarana produksi untuk petani,” ujarnya.
Wamentrans Siap Perjuangkan Pupuk Subsidi untuk Petani Karet
Menanggapi aspirasi warga, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan siap memperjuangkan pupuk subsidi bagi petani karet rakyat.
Menurut Viva Yoga, sekitar 90 persen perkebunan karet di Indonesia merupakan milik rakyat sehingga sudah seharusnya petani mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.
“Kalau kemampuan fiskal dan moneter pemerintah mencukupi, kami akan berjuang agar petani karet rakyat juga mendapatkan pupuk subsidi,” ujarnya saat berada di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara.
Ia menjelaskan saat ini komoditas karet memang belum termasuk dalam daftar penerima pupuk subsidi pemerintah. Subsidi pupuk masih difokuskan untuk komoditas pangan seperti padi, jagung, dan singkong.
Meski begitu, pemerintah disebut akan terus mendorong agar komoditas karet juga masuk dalam skema subsidi nasional.
Menurutnya, dukungan pupuk dan program peremajaan kebun atau replanting akan meningkatkan produktivitas karet nasional.
“Kalau ada bantuan pupuk, peremajaan, pengendalian hama, dan teknik penyadapan yang lebih baik, produksi lateks akan meningkat,” katanya.
Load more