Eks Transmigran di Marangkayu Kini Nikmati Hasil Karet hingga Rp4,5 Juta per Bulan, Wamentrans Siap Perjuangkan Pupuk Subsidi
- Nadiyas Utami Pratiwi
Marangkayu, tvOnenews.com - Pertumbuhan ekonomi masyarakat eks transmigran di wilayah Bunga Putih, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur mulai menunjukkan perkembangan positif seiring naiknya harga komoditas karet dalam beberapa waktu terakhir.
Puluhan tahun setelah pertama kali ditempatkan melalui program transmigrasi pada 1985, para warga yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur kini perlahan menikmati hasil perkebunan karet yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.
Salah satu warga transmigran, Sugianto (64), mengatakan dirinya bersama warga lain pertama kali datang ke kawasan tersebut pada 28 Februari 1985 melalui program transmigrasi pemerintah.
Ia berasal dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara warga lainnya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Lamongan hingga Banyuwangi.
“Kami ditempatkan di sini tahun 1985. Dulu dapat jatah lahan dari pemerintah,” ujar Sugianto saat berdialog dalam kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi di kawasan transmigrasi Marangkayu.
Dapat Lahan 3 Hektare per Kepala Keluarga
Pada awal penempatan transmigrasi, setiap kepala keluarga mendapatkan total lahan sekitar 3 hektare. Rinciannya terdiri dari 2 hektare kebun plasma, 3/4 hektare lahan tanaman pangan, dan 1/4 hektare pekarangan.
Namun kondisi geografis wilayah yang dinilai kurang cocok untuk tanaman pangan membuat warga akhirnya mengubah sebagian besar lahan menjadi kebun karet secara mandiri.
“Karena lahannya tidak cocok untuk tanaman pangan, akhirnya ditanami karet semua,” katanya.
Pada masa awal transmigrasi, pengelolaan kebun plasma dilakukan oleh PTP 26 dengan sistem kredit hingga 30 tahun. Akan tetapi, menurut Sugianto, kondisi tanaman yang diterima warga saat itu tidak merata.
Ada kebun yang memiliki sekitar 300 pohon karet, sementara kategori terbaik atau kelas A mencapai sekitar 800 pohon.
Meski demikian, warga tetap bertahan dan mengembangkan kebun mereka secara swadaya hingga sekarang.
Harga Karet Naik, Penghasilan Warga Ikut Meningkat
Setelah bertahun-tahun menghadapi harga karet yang rendah, kondisi ekonomi petani kini mulai membaik.
Sugianto mengungkapkan sebelumnya harga karet hanya berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram dan berlangsung cukup lama. Kondisi itu membuat rata-rata pendapatan petani hanya sekitar Rp2,5 juta per bulan.
Load more