GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Sebut Keracunan MBG Akibat Ekpansi SPPG Tanpa Diimbangi Pengendalian Internal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti soal ekspansi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tanpa diimbangi dengan pengendalian internal.
Minggu, 24 Mei 2026 - 07:27 WIB
Ilustrasi KPK.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti soal ekspansi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tanpa diimbangi dengan pengendalian internal.

Dampaknya, terdapat Kejadian Luar Biasa (KLB) berupa keracunan makanan yang dialami oleh anak-anak penerima program MBG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pembentukan SPPG yang lebih mendorong kuantitas tanpa diiringi dengan pengedalian internal yang memadai menyebabkan terjadinya beberapa KLB keracunan," ucap Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Aminudin mengungkapkan, bahwa saat ini keberhasilan program MBG hanya dilihat atau berfokus pada penerima dan pembangunan seberapa banyak SPPG. Tetapi tidak melihat indikator outcome yang belum memadai.

Ilustrasi SPPG
Ilustrasi SPPG
Sumber :
  • Istimewa

Di sisi lain, ia juga menyoroti soal pembangunan SPPG yang semakin masif di sejumlah wilayah. Namun pengawasan yang dilakukan BGN justru tidak maksimal.

Hal ini lah yang perlu diingatkan kepada BGN untuk meningkatkan sistem kontrol di tingkat daerah.

"Pengawasannya juga sulit karena begitu masifnya pembentukan SPPG-SPPG di daerah, tapi model kontrolnya belum siap, belum settle," ujarnya.

Sebelumnya, KPK juga menyebut, tata kelola penganggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) masih sangat lemah.

Hal tersebut terlihat dari anggaran tahun 2025 sebesar Rp85 triliun namun yang terserap hanya sekitar 60 persen.

Sehingga masih ada sisa uang tersebut yang mengendap di rekening yayasan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Ada duit yang mengendap di akun-akunnya si yayasan karena mekanisme transfernya itu tidak melihat berapa dana yang masih tersisa di yayasan tapi secara rutin mereka transfer, transfer," kata Aminudin, Rabu (20/5/2026).

"Sampai akhir tahun 2025, dari Rp85 triliun yang sudah dianggarkan, yang sudah terserap 60 sekian persen. (Jadi) dana mengendap sekitar 12 T kalau enggak salah," sambungnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa uang yang mengendap tersebut jika terus berada di rekening dalam bentuk giro lama kelamaan bunga semakin membengkak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itulah yang perlu dibenahi oleh BGN dalam pengelolaan anggaran MBG yang merupakan program unggulan dari pemerintah.

"Mestinya dilihat dulu duit di yayasan tinggal berapa kalau memang kurang dalam batas tertentu baru di di drop lagi, di transfer lagi. Mekanisme itu tidak berjalan sehingga pemerintah terlalu overpay, walaupun ditarik kembali," jelasnya. (aha/muu)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Penganiayaan Penumpang Jaklingko Ternyata Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa

Pelaku Penganiayaan Penumpang Jaklingko Ternyata Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa

Polisi ungkap pelaku penganiayaan penumpang Jaklingko 49 rute Lebak Bulus-Cipulir kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, NS (30) memiliki riwayat gangguan jiwa.
Tak Takut Disidak Dedi Mulyadi, Pengelola Tambang Liar Subang Malah Minta Difasilitasi Bayar Pajak Resmi

Tak Takut Disidak Dedi Mulyadi, Pengelola Tambang Liar Subang Malah Minta Difasilitasi Bayar Pajak Resmi

Dedi Mulyadi sidak tambang liar Subang, pengelola malah curhat capek dipungli dan minta difasilitasi bayar pajak resmi. Simak fakta lengkapnya di sini! 
Jadwal Lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026: Megawati Hangestri Absen Bela Hyundai Hillstate

Jadwal Lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026: Megawati Hangestri Absen Bela Hyundai Hillstate

Jadwal lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026, di mana Hyundai Hillstate tak akan diperkuat oleh Megawati Hangestri.
Persib Juara Super League, Gubernur Jabar KDM Takjub Maung Bandung Cetak Three-Peat: Prestasi yang Luar Biasa

Persib Juara Super League, Gubernur Jabar KDM Takjub Maung Bandung Cetak Three-Peat: Prestasi yang Luar Biasa

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) bangga Persib Bandung tidak hanya juara Super League 2025-2026, tetapi juga sukses mencatat sejarah three-peat.
Menteri HAM Tolak Wacana Tembak Begal di Tempat, Polda Metro: Nyawa Warga Lebih Utama

Menteri HAM Tolak Wacana Tembak Begal di Tempat, Polda Metro: Nyawa Warga Lebih Utama

Polda Metro Jaya menegaskan penggunaan senjata api dilakukan secara terukur dan hanya dalam kondisi yang dianggap membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas.
Pelatih Bojan Hodak ungkap Alasan Utama buat Persib Bandung Juara Super League

Pelatih Bojan Hodak ungkap Alasan Utama buat Persib Bandung Juara Super League

Kabar gembira buat warga Jabar, Persib Bandung juara Super League 2025/2026. Pelatih Bojan Hodak pun membuka alasan utamanya

Trending

Hasil Tinju Dunia: Ngamuk Hantam Rico Verhoeven Sampai TKO, Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Kelas Berat

Hasil Tinju Dunia: Ngamuk Hantam Rico Verhoeven Sampai TKO, Oleksandr Usyk Pertahankan Gelar Juara Kelas Berat

Hasil tinju dunia, di mana Oleksandr Usyk meraih kemenangan atas Rico Verhoeven lewat TKO di detik-detik akhir pertarungan.
Rombongan Anggota DPR RI Kecelakaan di Tol Probolinggo, Dua Staf Pendamping Tewas

Rombongan Anggota DPR RI Kecelakaan di Tol Probolinggo, Dua Staf Pendamping Tewas

Akibat benturan keras tersebut, Alex Anwaruh dan Adinda Najwa meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Muhammad Hilman Mufida dan sopir kendaraan mengalami luka-luka.
Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Oleksandr Usyk vs Rico Verhoeven Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Tinju Dunia Oleksandr Usyk vs Rico Verhoeven Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan tinju dunia antara Oleksandr Usyk vs Rico Verhoeven yang akan berlangsung pada pagi ini.
Eks Penyidik KPK Sebut Pernyataan Noel Tak Dapat Dianggap Sepele

Eks Penyidik KPK Sebut Pernyataan Noel Tak Dapat Dianggap Sepele

Mantan penyidik KPK Praswad Nugraha menyebut ucapan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel yang menyebut lebih baik korupsi sebanyak-banyaknya berpotensi bentuk persepsi keliru.
Rekap Hasil Tinju Dunia: Oleksandr Usyk Dramatis TKO Rico Verhoeven, Petinju Indonesia Dedy Imprax Tumbang Lewat KO

Rekap Hasil Tinju Dunia: Oleksandr Usyk Dramatis TKO Rico Verhoeven, Petinju Indonesia Dedy Imprax Tumbang Lewat KO

Rekap hasil tinju dunia, di mana Oleksandr Usyk mampu mempertahankan gelar juara usai dramatis mengalahkan Rico Verhoeven. Sedangkan petinju Indonesia, Dedy Imprax langsung KO di ronde pertama.
Michael Essien Ikut Larut dalam Perayaan Juara Super League Persib Bandung

Michael Essien Ikut Larut dalam Perayaan Juara Super League Persib Bandung

Legenda Persib Bandung Michael Essien ikut dalam euforia perayaan gelar juara Super League yang telah diraih skuad Bojan Hodak dalam tiga musim berturut-turut.
Sherly Tjoanda Posting Foto Bareng Menko AHY, Warganet Heboh: Cocok Ini Maju di Pilpres 2029

Sherly Tjoanda Posting Foto Bareng Menko AHY, Warganet Heboh: Cocok Ini Maju di Pilpres 2029

Warganet mendadak usung Sherly Tjoanda maju di Pilpres 2029 setelah Gubernut Malut itu mengunggah momen pertemuan dengan Menko Infrawil Agus Harimurti Yudhoyono
Selengkapnya

Viral