Buka-bukaan ke PKL yang Ditertibkan di Bandung, Dedi Mulyadi Akui Tidak Mungkin Beri Miliaran Rupiah tapi Bakal Pertimbangkan Hal Ini
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar wilayah Bandung.
Berbagai kritik dan kemarahan sebagian masyarakat diterimanya terkait penertiban itu.
Namun, menurut pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini, penertiban trotoar dari PKL dilakukan demi menjaga ketertiban, kebersihan dan mengembalikan hak pejalan kaki atas fasilitas umum.
Soal kekecewaan masyarakat atas kebijakan pembongkaran lapak PKL di trotoar itu, KDM mengaku memahaminya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya. Kalau jadi pemimpin itu memang tidak pernah berada dalam posisi yang disukai semua,” ujar KDM saat dalam perjalanan menuju Kota Bekasi dikutip pada Minggu (24/5/2026).
“Pedagang kaki lima memang mencari nafkah untuk keluarga, tetapi trotoar bukan untuk pedagang kaki lima. Hak pejalan kaki harus diberikan. Hak yang punya toko juga harus terlihat dari depan,” sambungnya.
Bicara soal tuntutan bantuan atau kompensasi bagi PKL yang terdampak penertiban, Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada aturan yang mewajibkan pemerintah memberikan ganti rugi atas bangunan atau aktivitas usaha yang menggunakan fasilitas umum.
Meski begitu, sambung dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan kondisi ekonomi para pedagang.
“Tapi ini adalah pertimbangan ekonomi dan kemanusiaan. Siklus ekonominya harus tetap berjalan sebelum mereka mendapat pekerjaan atau usaha lain yang tidak mengganggu fasilitas umum,” kata KDM.
Dedi Mulyadi mengakui adanya keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dalam jumlah besar kepada seluruh pedagang terdampak.
“Kalau saya harus memberi miliaran rupiah tentu tidak mungkin juga karena kemampuan keuangan kita terbatas,” jelasnya.
Meski demikian, Dedi Mulyadi memastikan pemerintah daerah akan tetap konsisten menjalankan penataan kota demi menciptakan lingkungan yang tertib, bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Bukan tanpa alasan KDM konsisten menjalankan hal ini. Pasalnya, menurut dia, semua orang harus merasa nyaman saat berada, tinggal ataupun berkunjung ke Kota Bandung. (nsi)
Load more