Peringatan Tegas Dedi Mulyadi: Ancam Pecat Kepsek dan Seret ke Jalur Hukum Jika Ada Siswa Titipan di Sekolah Maung
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengeluarkan instruksi tegas terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, khususnya untuk Sekolah Manusia Unggul (Maung).
Ia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk praktik nepotisme atau titip-menitip siswa dalam proses seleksi tersebut.
Langkah ini diambil demi menjaga integritas sekolah unggulan yang memang dirancang untuk menjaring siswa berprestasi.
"Tidak boleh sekolah unggul ada (siswa) titipan dari siapapun atas nama apapun dan untuk kepentingan apapun," tegas Dedi Mulyadi di Bandung, Selasa (26/5).
Dedi memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pendidikan, mulai dari kepala sekolah hingga panitia seleksi.
Baginya, siapa pun yang terbukti bermain curang akan langsung dicopot dari jabatannya. Tidak hanya sanksi administratif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga siap membawa oknum yang terlibat ke ranah hukum.
"Saya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapapun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul," ujar Dedi.
Ia juga menambahkan bahwa komitmen ini bukan gertakan semata. "Tidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapapun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan," lanjutnya.
Salah satu terobosan ekstrem yang disiapkan Dedi untuk memberikan efek jera adalah sanksi sosial berupa pengumuman identitas para "penitip" ke hadapan publik.
Hal ini dilakukan agar transparansi tetap terjaga di 41 SMA dan SMK negeri yang masuk dalam kategori Sekolah Maung di seluruh Jawa Barat.
"Kami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri," ucap Dedi.
Pendaftaran untuk Sekolah Maung sendiri telah dibuka secara daring mulai 25 hingga 29 Mei 2026.
Dedi berharap melalui sistem yang bersih ini, Jawa Barat dapat mencetak generasi yang mandiri dan kompetitif.
"Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya," pungkas Gubernur Jabar tersebut. (ant/dpi)
Load more