Lensa Berbicara: Ramai Diburu Warga, Harga Kulit Ketupat Justru Anjlok
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan kulit ketupat mulai ramai di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Selasa (26/5).
Warga terlihat mulai berburu kulit ketupat untuk kebutuhan perayaan hari raya, sementara para pedagang sibuk merajut anyaman janur kelapa demi memenuhi permintaan pembeli.
Di salah satu sudut pasar, sejumlah pedagang tampak cekatan merangkai helai janur menjadi kulit ketupat.
Aktivitas tersebut menjadi pemandangan khas yang kerap muncul menjelang Idul Adha, saat kebutuhan masyarakat terhadap ketupat mulai meningkat.
![]()
Pedagang tampak cekatan merangkai helai janur menjadi kulit ketupat di Pasar Prumnas Klender, Jakarta Timur, Selasa (26/5). (Foto: tvOnenews.com/Julio Trisaputra)
Meski jumlah pembeli mulai bertambah, kondisi tersebut belum sepenuhnya membawa keuntungan bagi pedagang.
Tahun ini, mereka mengeluhkan anjloknya harga jual kulit ketupat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang mengungkapkan, biasanya satu ikat kulit ketupat berisi 10 buah dapat dijual dengan harga sekitar Rp 20 ribu.
Namun, pada momentum Idul Adha tahun ini, harga jual turun cukup signifikan menjadi 10 hingga 15 ribu per ikat dengan jumlah isi yang sama.
“Biasanya Rp20 ribu satu ikat isi 10, sekarang paling Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” ujar seorang pedagang kulit ketupat di pasar tersebut.
![]()
Aktivitas penjualan kulit ketupat ramai di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Selasa (26/5). (Foto: tvOnenews.com/Julio Trisaputra)
Menurut pedagang, turunnya harga dipicu melimpahnya pasokan kulit ketupat di pasaran.
Banyaknya pedagang yang menjual produk serupa membuat persaingan harga semakin ketat sehingga margin keuntungan ikut tergerus.
Kendati demikian, para pedagang tetap optimistis permintaan akan meningkat mendekati Hari Raya Idul Adha.
Mereka berharap meningkatnya jumlah pembeli dapat membantu mendongkrak harga jual sehingga pendapatan kembali membaik. (jts/dpi)
Load more