Menlu Sugiono Tegaskan Krisis Relevansi PBB: Dunia Sudah Berubah, Sistem Lama Tak Lagi Cukup
- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Luar Negeri Sugiono menyoroti, tantangan besar yang tengah dihadapi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tengah perubahan geopolitik global yang semakin kompleks.
Dalam forum Dewan Keamanan PBB, Indonesia menegaskan pentingnya reformasi sistem multilateral agar organisasi internasional itu tidak kehilangan relevansi setelah delapan dekade berdiri.
Hal itu disampaikan Sugiono dalam keterangan video yang diterima tvOnenews.com, Kamis (28/5/2026), usai menghadiri open debate Dewan Keamanan PBB atas undangan Presiden Dewan Keamanan yang saat ini dijabat China.
“Hari ini saya menghadiri open debate Security Council yang juga sebagai untuk memenuhi undangan dari Presiden dari Security Council yang saat ini dari China,” kata Sugiono.
Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri China Wang Yi dengan tema upholding purpose and principles of UN Charter and strengthening UN Center International System.
Menurut Sugiono, forum itu pada dasarnya menjadi ruang evaluasi global untuk memperkuat PBB dan membenahi sistem multilateral internasional yang dinilai mulai tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Pertemuan yang dipimpin oleh Minister Wang Yi kali ini bertemakan upholding purpose and principles of UN Charter and strengthening UN Center International System, yang pada intinya adalah semacam evaluasi dalam rangka memperkuat PBB dan mereformasi sistem multilateral,” ujarnya.
Ia mengatakan dunia saat ini sangat berbeda dibanding situasi ketika PBB dibentuk pasca-Perang Dunia II. Karena itu, struktur dan pendekatan organisasi internasional tersebut dinilai perlu menyesuaikan realitas baru global.
“Kalau dalam bahasa yang lebih mudah, kita menganggap bahwa relevansi dari PBB ini harus disesuaikan dengan keadaan zaman yang terjadi. Karena kita ketahui bersama pada saat didirikan situasinya adalah situasi pasca Perang Dunia Kedua waktu itu,” tutur Sugiono.
“Dan 80 tahun kemudian, saya kira banyak perubahan yang terjadi dan kita tahu sama-sama banyak daerah-daerah ataupun potensi-potensi ataupun titik-titik konflik di dunia ini yang tidak ter-address sepenuhnya. Karena core dari lahirnya PBB ini adalah untuk menciptakan perdamaian antarbangsa-bangsa,” lanjutnya.
Sugiono menegaskan mayoritas negara peserta forum memiliki pandangan serupa, yakni mempertahankan eksistensi PBB sekaligus mendorong organisasi tersebut menjadi lebih responsif menghadapi tantangan global modern.
“Saya kira message yang disampaikan juga seragam bahwa PBB, kita tidak ingin PBB kehilangan relevansinya, tetapi kita semua ingin bahwa PBB semakin kuat menghadapi dinamika yang terjadi secara global,” katanya.
Pernyataan Sugiono muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap efektivitas PBB dalam merespons berbagai konflik internasional, mulai dari perang, krisis kemanusiaan, hingga rivalitas geopolitik antarnegara besar.
Indonesia melalui forum tersebut menegaskan posisi diplomatiknya yang mendukung reformasi multilateralisme agar tata dunia tetap mampu menjaga stabilitas dan perdamaian internasional di era baru globalisasi dan konflik modern. (agr)
Load more