GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Selidiki Makanan Terakhir yang Dikonsumsi Satu Keluarga yang Tewas di Tenda Posong ke Labfor Polda Jateng

Polisi menyelidiki makanan terakhir satu keluarga yang meninggal di tenda Posong Temanggung. Barbeque yang dibawa korban diperiksa Labfor Jateng.
Kamis, 28 Mei 2026 - 16:30 WIB
Ilustrasi korban penganiayaan.
Sumber :
  • Tim tvOne/Jasa Manurung

Temanggung, tvOnenews.com - Satreskrim Polres Temanggung terus mendalami kasus meninggalnya satu keluarga di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Empat korban yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda camping Glamping Safari Nomor 3 diketahui merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban terdiri dari Muhamad Ali Munawar, Maghfirah, Alvino Evan Hakim, dan Bagas Amar Hakiki yang merupakan mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah penemuan empat jenazah pada Rabu, 27 Mei 2026.

“Dari Satreskrim Polres Temanggung telah melakukan olah TKP terkait ditemukannya empat orang meninggal dunia yang merupakan satu keluarga yang sedang melaksanakan liburan di salah satu tempat wisata,” ujar pihak Satreskrim Polres Temanggung.

Kronologi Awal Kedatangan Korban ke Posong

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, rombongan korban tiba di kawasan wisata Posong pada Selasa malam, 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.05 WIB menggunakan mobil Honda Jazz RS berwarna putih.

Setelah melakukan registrasi, korban kemudian diantar menuju tenda Glamping Safari Nomor 3 sekitar pukul 21.30 WIB.

Keesokan harinya, petugas sempat mengantarkan sarapan sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, tidak ada jawaban dari dalam tenda saat korban dipanggil.

Petugas kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 11.30 WIB untuk melakukan pembersihan menjelang waktu check out. Akan tetapi, kondisi masih sama dan tidak ada respons dari dalam tenda.

Hingga akhirnya sekitar pukul 15.45 WIB, salah satu saksi membuka tenda dan mendapati empat orang di dalamnya sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Polisi dan DVI Polda Jateng Lakukan Autopsi

Saat ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.

Tim identifikasi Satreskrim Polres Temanggung bersama Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah diketahui tengah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Selain autopsi, polisi juga mendalami berbagai barang dan makanan yang ditemukan di lokasi kejadian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur tertentu yang berkaitan dengan penyebab kematian satu keluarga tersebut.

Makanan Barbeque Jadi Fokus Pemeriksaan Labfor

Dalam penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa makanan terakhir yang dikonsumsi para korban diduga berupa barbeque yang mereka bawa sendiri sebagai bekal saat berlibur.

Makanan tersebut kini sedang diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Jawa Tengah.

“Sedang dilakukan pemeriksaan terhadap makanan terakhir yang dimakan korban di laboratorium Labfor Jawa Tengah. Makanan barbeque yang isinya dibawa sendiri oleh para korban,” ungkap pihak Satreskrim Polres Temanggung dalam pernyataannya. 

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kandungan berbahaya atau faktor lain yang berkaitan dengan kondisi para korban sebelum meninggal dunia.

Barang dan Temuan yang Diperiksa Polisi

Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa sejumlah temuan dari lokasi kejadian, di antaranya:

  • Makanan barbeque yang dibawa korban

  • Kondisi tenda camping

  • Barang pribadi korban

  • Sisa makanan dan perlengkapan makan

  • Kondisi tubuh korban melalui autopsi

Dugaan Awal Mengarah pada Keracunan dan Hipotermia

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis dan Unit Inafis Polres Temanggung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.

Kondisi tenda juga disebut masih rapi saat petugas melakukan olah TKP.

Selain itu, polisi menemukan posisi tangan para korban dalam keadaan saling menggenggam.

Dugaan awal penyebab kematian mengarah pada keracunan dan hipotermia. Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan ciri-ciri mulut korban berbusa saat pemeriksaan awal dilakukan.

Namun hingga kini, kepolisian menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Polisi Masih Periksa Saksi dan Dalami Kasus

Selain melakukan autopsi dan pemeriksaan laboratorium, Satreskrim Polres Temanggung juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi wisata saat kejadian berlangsung.

Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi kronologi serta memastikan aktivitas terakhir para korban sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam tenda.

Kasus ini pun masih terus didalami oleh kepolisian guna memastikan penyebab pasti kematian empat anggota keluarga tersebut. (nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Singapura Open 2026: Taklukan Shi Yu Qi di Babak 16 Besar, Alwi Farhan Sebut Perjuangannya Belum Usai

Singapura Open 2026: Taklukan Shi Yu Qi di Babak 16 Besar, Alwi Farhan Sebut Perjuangannya Belum Usai

Indonesia berhasil menempatkan satu wakilnya di sektor tunggal putra pada babak perempat final Singapura Open 2026.
Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan OAP Belum Tentu Minoritas di Tanah Papua, Ini Penjelasan Data Dukcapil

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan OAP Belum Tentu Minoritas di Tanah Papua, Ini Penjelasan Data Dukcapil

Wamendagri Ribka Haluk meluruskan persepsi soal data OAP di Tanah Papua dan menegaskan jumlah saat ini belum mencerminkan kondisi sebenarnya.
Astra Tebar 3.197 Hewan Kurban ke 29 Provinsi, Program “Kurban untuk Penjuru Negeri” Libatkan Peternak Lokal

Astra Tebar 3.197 Hewan Kurban ke 29 Provinsi, Program “Kurban untuk Penjuru Negeri” Libatkan Peternak Lokal

Astra melalui Yayasan Amaliah Astra menyalurkan 3.197 hewan kurban ke 29 provinsi lewat program Kurban untuk Penjuru Negeri.
Kronologi Pemain Timnas Voli Jepang Shunichiro Sato Ditangkap Polisi: Gara-gara Tas Tertinggal, Ditemukan Ganja

Kronologi Pemain Timnas Voli Jepang Shunichiro Sato Ditangkap Polisi: Gara-gara Tas Tertinggal, Ditemukan Ganja

Menilik kronologi penangkapan pemain Timnas Voli Jepang, Shunichiro Sato (middle blocker) karena diduga memiliki ganja saat menjalani pemusatan latihan atau traning camp (TC).
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun hingga April 2026, Ratusan Ribu Petani dan Nelayan Sudah Terjangkau

BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun hingga April 2026, Ratusan Ribu Petani dan Nelayan Sudah Terjangkau

BRI menyalurkan KUR Rp65,95 triliun hingga April 2026 kepada 1,3 juta debitur, termasuk 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan.
Dedi Mulyadi Heran Warga Bisa Bertahan di Tengah Gunungan Sampah Pasar Ciwastra: kok Masih Bisa Hidup?

Dedi Mulyadi Heran Warga Bisa Bertahan di Tengah Gunungan Sampah Pasar Ciwastra: kok Masih Bisa Hidup?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini menyoroti kondisi tumpukan sampah di TPS Pasar Ciwastra yang dinilai sudah memprihatinkan. KDM heran warga bisa bertahan.

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

Dua pemain keturunan, Thom Haye dan Shayne Pattynama terpantau mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia. Keduanya turut hadir di TC perdana meski sejatinya absen dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Fabio Grosso Bisa Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Fabio Grosso Bisa Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Laporan dari Italia mengatakan bahwa Jay Idzes bisa dibawa Fabio Grosso ke Fiorentina. Sang bek Timnas Indonesia bisa direkrut oleh La Viola pada bursa transfer musim panas.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Daftar kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati pada Mei 2026, mulai dari Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati dan KH Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Ponpes di Pekalongan.
Selengkapnya

Viral