GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Tertekan Tajam, Ekonom Sebut Nilai Tukar RI Sedang ‘Overshooting’ dan Bebani Dunia Usaha

Rupiah terus melemah di tengah tekanan global. Ekonom menilai nilai tukar RI sedang overshooting dan mulai membebani dunia usaha nasional.
Jumat, 29 Mei 2026 - 21:12 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah terus mengalami pelemahan di tengah tingginya tekanan global. Namun di balik kondisi tersebut, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai rupiah justru sedang berada dalam fase overshooting, yakni kondisi ketika nilai tukar bergerak melemah lebih dalam dibanding kondisi fundamental ekonomi nasional yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Fakhrul, pasar keuangan global saat ini tidak hanya melihat data ekonomi jangka pendek, tetapi juga menilai arah kebijakan pemerintah, konsistensi respons ekonomi, hingga kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

“Pasar keuangan tidak hanya membaca data hari ini. Pasar membaca arah kebijakan, kredibilitas respons, dan kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang sangat cepat,” ujar Fakhrul dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Rupiah Jadi Penahan Utama Tekanan Ekonomi

Fakhrul menjelaskan tekanan terhadap rupiah saat ini muncul karena nilai tukar menjadi saluran utama penyesuaian dari berbagai tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya disalurkan ke sektor lain.

Dalam situasi normal, kenaikan harga energi global biasanya akan memengaruhi sejumlah indikator ekonomi secara bersamaan, mulai dari inflasi, harga domestik, beban fiskal hingga nilai tukar mata uang.

Namun saat pemerintah memilih menahan penyesuaian harga domestik demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sosial, tekanan ekonomi tersebut akhirnya berpindah ke pasar valuta asing.

“Rupiah akhirnya menjadi shock absorber utama. Inflasi ditahan, harga energi ditahan, tetapi tekanan ekonominya tidak hilang. Tekanan itu pindah ke kurs,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut sejalan dengan teori Dornbusch Overshooting, yakni ketika harga domestik bergerak lebih lambat sementara pasar keuangan bereaksi jauh lebih cepat sehingga nilai tukar mengalami fluktuasi lebih ekstrem dibanding fundamental ekonomi sebenarnya.

Meski demikian, Fakhrul menegaskan pelemahan rupiah saat ini tidak berarti fondasi ekonomi Indonesia melemah drastis.

Menurutnya, inflasi domestik masih relatif terkendali, sektor perbankan tetap sehat, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam jalur positif.

Pasar Soroti Kredibilitas Kebijakan

Di tengah tekanan rupiah yang terus berlangsung, Fakhrul menilai pasar kini lebih fokus menilai kredibilitas kebijakan pemerintah dan keberadaan policy anchor yang mampu memberi kepastian di tengah kondisi global yang semakin volatil.

Tekanan terhadap rupiah sendiri disebut berasal dari kombinasi faktor eksternal dan domestik.

Dari sisi global, penguatan dolar Amerika Serikat menjadi faktor dominan yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Selain itu, tingginya imbal hasil atau yield US Treasury, ketegangan geopolitik, hingga fragmentasi perdagangan dunia turut memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.

Sementara dari dalam negeri, pasar melihat adanya tantangan dalam sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

“Ketika fiskal memilih menjaga inflasi tetap rendah dan penyesuaian harga sangat terbatas, maka BI dan rupiah harus bekerja jauh lebih keras,” katanya.

BI Dinilai Perlu Bergerak Lebih Cepat

Dalam kondisi tersebut, Fakhrul menilai langkah Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi sinyal penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan dan stabilitas pasar keuangan.

Ia mengatakan pendekatan yang lebih pre-emptive atau ahead the curve diperlukan agar tekanan terhadap rupiah tidak terus meluas dan berdampak pada sektor ekonomi lainnya.

“Kadang bank sentral harus bertindak sebelum inflasi benar-benar muncul,” ujarnya.

Meski begitu, Fakhrul menekankan stabilisasi rupiah tidak dapat hanya dibebankan kepada Bank Indonesia semata.

Menurutnya, kondisi saat ini membutuhkan balanced policy mix atau koordinasi kebijakan yang lebih seimbang antara fiskal dan moneter agar tekanan terhadap nilai tukar tidak terus meningkat.

Dunia Usaha Mulai Terdampak

Pelemahan rupiah dan tingginya yield obligasi pemerintah disebut mulai memberikan dampak nyata terhadap sektor riil dan dunia usaha.

Banyak industri manufaktur di Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku, mesin produksi, energi, hingga pembiayaan.

Ketika rupiah melemah bersamaan dengan tingginya biaya dana, perusahaan menghadapi tekanan ganda yang dapat memengaruhi ekspansi bisnis.

“Kalau kondisi seperti ini terlalu lama, maka perusahaan tidak hanya menghadapi tekanan margin, tetapi juga mulai menahan ekspansi, mengurangi investasi, dan lebih defensif terhadap perekrutan tenaga kerja,” kata Fakhrul.

Namun dampaknya dinilai tidak merata di semua sektor.

Sektor komoditas berbasis ekspor cenderung lebih diuntungkan karena pendapatannya berbasis dolar Amerika Serikat. Sebaliknya, sektor yang bergantung pada impor, memiliki utang valas tinggi, dan sensitif terhadap suku bunga menghadapi tekanan lebih besar.

Dalam kondisi tersebut, Fakhrul menyarankan dunia usaha mulai menerapkan strategi defensif dengan menjaga likuiditas, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang valuta asing.

Di sisi lain, ia juga melihat fase overshooting seperti saat ini bisa membuka peluang bagi perusahaan dengan fundamental kuat untuk melakukan ekspansi secara selektif.

Rupiah Dinilai Masih Berpeluang Menguat

Ke depan, Fakhrul menilai ruang penguatan rupiah masih terbuka apabila koordinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia semakin solid serta pasar memperoleh kepastian mengenai arah fiskal dan stabilitas makroekonomi nasional.

Menurutnya, level rupiah saat ini dinilai terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

“Level rupiah saat ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya,” ujarnya.

Fakhrul menambahkan pelajaran terbesar dari episode pelemahan rupiah kali ini adalah pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia menilai stabilitas ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada satu institusi atau satu instrumen saja, melainkan membutuhkan kerja bersama antara kebijakan fiskal, moneter, sektor energi, hingga sektor riil. (nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alhamdulillah Berkat Gol Peralta, Persib Tembus AFC Champions League Two 3 Edisi Beruntun

Alhamdulillah Berkat Gol Peralta, Persib Tembus AFC Champions League Two 3 Edisi Beruntun

Kepastian menembus kasta kedua Liga Champions Asia, AFC Champions League Two 2026-2027 didapatkan Persib Bandung setelah mengalahkan Manila Digger. 
I.League Bongkar Dua Masalah yang Bikin Klub Indonesia Tertinggal di Asia: Ada Sanksi FIFA dan Pandemi

I.League Bongkar Dua Masalah yang Bikin Klub Indonesia Tertinggal di Asia: Ada Sanksi FIFA dan Pandemi

Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, mengungkap dua persoalan yang dinilai ikut membuat sepak bola Indonesia tertinggal dari sejumlah negara Asia Tenggara.
Ditahan Imbang Timnas Indonesia U-20, Media Malaysia Pesimistis Harimau Malaya Muda Lolos ke Piala Asia

Ditahan Imbang Timnas Indonesia U-20, Media Malaysia Pesimistis Harimau Malaya Muda Lolos ke Piala Asia

Skor imbang tanpa gol yang berakhir di Stadion Nasional Laos Baru, Vientiane, Senin (31/8/2026) memaksa Malaysia berbagi poin atas Timnas Indonesia U-20. 
Viral, Kepanikan Warga Palangka Raya saat Titik Api Karhutla Kalimantan Meluas Hingga Permukiman

Viral, Kepanikan Warga Palangka Raya saat Titik Api Karhutla Kalimantan Meluas Hingga Permukiman

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kini semakin meluas, sejumlah titik api kian bertambah hingga mendekati wilayah permukiman warga.
Moises Wolschick Pasang Target Tinggi, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Moises Wolschick Pasang Target Tinggi, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Gelandang asal Brasil, Moises Wolschick, menegaskan ambisinya untuk membawa Bhayangkara FC finis di posisi tiga besar.
Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkomitmen untuk mengawal percepatan penyaluran Bantuan Presiden bagi wilayah yang terkena dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Trending

Jadwal Hyundai Hillstate Vs Red Sparks di Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Lawan Teman Lama

Jadwal Hyundai Hillstate Vs Red Sparks di Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Lawan Teman Lama

Jadwal Hyundai Hillstate vs Red Sparks di Liga Voli Korea 2026-2027. Pertandingan ini bakal dinantikan para penggemar khususnya volimania Indonesia, karena Megawati Hangestri harus menghadapi mantan klubnya.
Kesan Pertama Jordan Wilson saat Bertemu Megawati Hangestri: Saya Bersyukur Mengenalnya

Kesan Pertama Jordan Wilson saat Bertemu Megawati Hangestri: Saya Bersyukur Mengenalnya

Outside Hitter baru Hyundai Hillstate Jordan Wilson mengaku bersyukur bisa bertemu dengan Megawati Hangestri saat jalani kompetisi profesionalnya musim ini.
Jadwal Siaran Langsung China Masters 2026: Jonatan Christie Debut Sebagai Tunggal Putra Nomor 1 Dunia

Jadwal Siaran Langsung China Masters 2026: Jonatan Christie Debut Sebagai Tunggal Putra Nomor 1 Dunia

Jadwal siaran langsung China Masters 2026, di mana akan ada sejumlah laga menarik. Salah satunya Jonatan Christie akan debut sebagai tunggal putra nomor satu dunia.
Red Sparks Diterpa Kabar Buruk Usai Ko Hee-jin Mundur, Para Pemain Andalan Berpotensi Absen di KOVO Cup 2026

Red Sparks Diterpa Kabar Buruk Usai Ko Hee-jin Mundur, Para Pemain Andalan Berpotensi Absen di KOVO Cup 2026

Red Sparks tengah diterpa kabar buruk secara bertubi-tubi. Setelah Ko Hee-jin yang resmi mundur dari posisi pelatih kepala, mantan tim Megawati Hangestri tersebut kini juga berpotensi tampil tanpa para pemain andalannya,termasuk Vanja Bukilic di KOVO Cup 2026.
Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Lontarkan Pesan Menohok

Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Lontarkan Pesan Menohok

Usai terpilih jadi Ketum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) lontarkan pesan menohok. Selain itu, Gus Kikin berharap NU bisa berkhidmah untuk kemaslahatan
Bukan Hanya Dekat, 2 Pemain Hyundai Hillstate Ini Puji Setinggi Langit Atlet Indonesia Megawati Hangestri

Bukan Hanya Dekat, 2 Pemain Hyundai Hillstate Ini Puji Setinggi Langit Atlet Indonesia Megawati Hangestri

Wah ada dua nama pemain voli asing yang dekat sama Megawati Hangestri. Keduanya juga pernah memuji abis si atlet indonesia ini. Mereka bermain di satu klub loh.
Profil Pornpun Guedpard, Musuh Megawati Hangestri di Korea yang Jadi MVP di AVC Women's Continental 2026

Profil Pornpun Guedpard, Musuh Megawati Hangestri di Korea yang Jadi MVP di AVC Women's Continental 2026

Menilik profil singkat Pornpun Guedpard, setter sekaligus kapten Timnas Voli Putri Thailand yang baru saja dinobatkan sebagai MVP AVC Women's Continental 2026. Menariknya, Guedpard sempat menjadi musuh Megawati Hangestri di Liga Voli Korea.
Selengkapnya

Viral