Perry Warjiyo: Rating BBB S&P Cerminkan Kepercayaan Global terhadap Ekonomi RI
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil, menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal yang terjadi saat ini bersifat sementara dan diperkirakan akan membaik seiring semakin konsistennya implementasi kebijakan pemerintah.
Lembaga pemeringkat tersebut juga meyakini penerimaan negara akan terus pulih sepanjang tahun ini, sementara kinerja ekspor diproyeksikan meningkat seiring membaiknya harga komoditas dunia.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, afirmasi peringkat dari S&P menunjukkan kepercayaan investor dan komunitas internasional terhadap ketahanan ekonomi Indonesia masih terjaga.
“Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid,” jelas dia, dalam keterangannya pada media, Selasa (14/7/2026).
Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan kinerja ekspor sektor sumber daya alam dipandang mampu memperbaiki kondisi fiskal dan eksternal dalam jangka menengah, terutama apabila implementasi kebijakan berjalan secara konsisten dan semakin dapat diprediksi.
S&P juga menilai komitmen pemerintah menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu faktor utama yang menopang outlook stabil, sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal Indonesia di tengah tekanan global.
Perry menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi erat antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” tandas dia.
Ke depan, S&P membuka peluang kenaikan peringkat kredit Indonesia apabila penguatan indikator fiskal dan eksternal terus berlanjut. Dari sisi fiskal, peningkatan peringkat akan ditopang oleh penurunan defisit anggaran secara berkelanjutan, meningkatnya penerimaan negara, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta stabilitas nilai tukar.
Load more