Motif Paman Bunuh Balita 2,5 Tahun di Bekasi: Kesal Diganggu Saat Bermain Game Online, Tusuk Korban 32 Kali
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap alasan di balik tewasnya seorang balita berusia 2,5 tahun di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelaku yang diketahui berinisial G (18) merupakan paman korban sendiri.
Berdasarkan hasil penyelidikan, G mengaku tersulut emosi saat sedang bermain game online. Kemarahannya disebut muncul setelah korban menghampirinya dan naik ke atas punggungnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pemeriksaan medis dari RS Polri menemukan banyak luka akibat benda tajam di tubuh korban.
“Khusus di wajah saja ada 20 tusukan. Kemudian di badan ada 12. Jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban,” kata Iqbal kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).
Menurut Iqbal, pelaku merasa terganggu ketika korban mendekatinya saat bermain gim.
“Korban balita naik ke punggungnya saat dia bermain game. Kemudian tersangka emosi,” ujarnya.
Setelah itu, G disebut mengambil pisau dari dapur dan menyerang korban secara membabi buta. Korban pertama kali diserang di bagian kepala sebelum pelaku melanjutkan aksinya ke bagian tubuh lainnya.
“Pertama di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,” ucap Iqbal.
Saat ini, G telah berstatus tersangka dan masih menjalani proses hukum di Polres Metro Bekasi Kota.
Kasus tersebut terungkap setelah warga Jatisampurna dikejutkan dengan penemuan balita yang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan G dengan sejumlah luka pada tubuhnya. Ia mengalami sayatan di area pipi dan mulut, serta luka tusuk pada bagian dada.
Peristiwa itu pertama kali diketahui ketika nenek korban berinisial M pulang berjualan pada malam hari. Saat tiba di rumah, ia mendapati cucunya sudah bersimbah darah, sementara G juga dalam keadaan terluka dengan sebuah pisau berada di dekatnya.
Karena panik, sang nenek mengambil pisau yang berada di tangan G lalu membersihkannya. Tindakan tersebut sempat membuat penyidik menaruh perhatian kepadanya. Namun setelah dilakukan pendalaman, fokus penyelidikan mengarah kepada G sebagai pelaku utama.
Dari hasil penelusuran, diketahui G memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan masih rutin menjalani pengobatan. Proses pemeriksaan terhadapnya juga sempat terkendala karena luka yang dialami pada bagian mulut.
Hingga kini, polisi telah meminta keterangan dari 10 orang saksi untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian tersebut. Selain itu, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dua bilah pisau dan pakaian yang dikenakan korban saat peristiwa terjadi. (nba)
Load more