Apresiasi Prestasi Atletnya, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Menang Harus Rendah Hati, Kalah tetap Bermartabat
- Humas Pemprov Malut
Ternate, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mengapresiasi tinggi terhadap atlet taekwondo Malut. Kontingen Malut meraih prestasi belakangan ini.
Sherly Tjoanda mengetahui atletnya sukses membawa pulang empat medali. Pencapaian ini seusai mengikuti ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur pada 23-26 April 2026.
Sherly Tjoanda bangga atletnya meraih empat medali terdiri dari dua medali emas dan dua medali perunggu. Hasil ini membawa kontingen Maluku Utara menembus tujuh besar di tingkat nasional.
Sherly Tjoanda menegaskan, keberhasilan ini sebagai awal kebangkitan taekwondo Maluku Utara. Sebab, kontingennya bisa bersaing dari peserta yang berasal dari 26 provinsi.
"Biasanya Malut berada di peringkat 36 atau 38 nasional. Tetapi kemarin, atlet-atlet kita berhasil menembus urutan 7 besar nasional," ujar Sherly Tjoanda dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).
- YouTube Sherly Tjoanda Laos
Gubernur Malut itu memuji lompatan prestasi ini dinilai sangat luar biasa. Ia berharap keberhasilan kontingen Malut wajib disyukuri bersama-sama.
Sherly berpendapat dari hasil pencapaian tersebut. Tidak hanya di bagian taekwondo, tetapi bumi Moloku Kie Raha juga selalu mencetak talenta muda berbakat di berbagai bidang olahraga.
Maka dari itu, wanita berusia 43 tahun ini mengingatkan tantangan besar yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut dan Pengurus Provinsi Taekwondo Maluku Utara.
Ia menilai selama ini aspek sistem pembinaan atlet kurang optimal. Selain itu, manajemen organisasi juga belum menunjukkan hasil yang baik.
Ia menekankan agar pemerintah wajib memberikan dukungan pada kemajuan seluruh bidang olahraga. Pemprov Malut wajib berkomitmen penuh demi mencetak atlet berprestasi dan unggul.
Ia menambahkan, dukungan terhadap kemajuan olahraga tidak sekadar dari segi moral, namun pemerintah wajib memperhatikan sisi intervensi anggaran hingga penyediaan fasilitas.
Ia selaku Gubernur Malut juga wajib menjalankan tantangan ini. Setidaknya ada tiga poin yang dinilai taktis untuk melakukan pembangunan ekosistem olahraga mengacu pada hasil.
Poin pertama mengacu pada pembinaan usia dini berkelanjutan. Ia mulai sekarang memberikan instruksi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Malut.
Dispora Malut wajib segera bergerak untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Tujuannya untuk mengintegrasikan olahraga taekwondo menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Pemerintah wajib memanfaatkan olahraga ini melalui pengotimalan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Sebab, olahraga ini akan menyasar dari tingkat SD hingga SMA.
Poin kedua mengacu pada standardisasi dan sport science. Sherly memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sertifikasi pelatih dan wasit yang dilakukan secara berkala.
Selain itu, Gubernur Malut tersebut mendorong agar adanya kombinasi secara matang antara metode latihan berbasis sport science dan analisis SWOT.
Kata dia, upaya ini sebagai bentuk memetakan nomor-nomor unggulan bagi atlet maupun pihak lain yang haus memperoleh medali emas.
Poin ketiga mengacu pada aspek peningkatan infrastruktur olahraga. Sherly menyampaikan mengenai komitmen dari Pemprov Malut.
Pemprov Malut siap merenovasi total Gedung Olahraga (GOR) Pemkot Ternate. Tujuannya untuk menciptakan kenyamanan dan intensitas kegiatan olahraga semakin tinggi.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembangunan GOR skala nasional di masa depan yang berpusat di Ibu Kota Malut, tepatnya di Sofifi.
"Pesan saya kepada jajaran pengurus yang baru dilantik, jangan hanya menjadi pengurus administratif di atas kertas. Bangun kepercayaan yang kuat antara atlet dan pengurus, lalu ciptakan sistem pembinaan yang konkret," minta dia.
"Selama hasilnya nyata untuk daerah, Pemprov akan berikan dukungan penuh," sambungnya dengan tegas.
Terakhir, Sherly Tjoanda memberikan pesan dan motivasi yang tinggi kepada para atlet di Malut, khususnya kontingen taekwondo Maluku Utara.
Ia berharap agar mereka selalu menjunjung tinggi betapa pentingnya nilai sportivitas. Selain itu, ia juga menekankan kedisiplinan hingga kejujuran dalam pertandingan.
Bagi Sherly, hasil kalah atau menang merupakan bagian dari proses. Setidaknya hal ini menunjukkan sikap profesional yang wajib dilakukan oleh para atlet di Malut.
"Menang harus tetap rendah hati, dan kalau kalah harus tetap bermartabat lalu pulang untuk latihan lebih keras lagi," tukasnya.
(hap)
Load more