BPDP Kembali Buka Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026, Bakal Tambah Kuota Jadi 5.000 Orang
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit nasional. Pada tahun ini, BPDP meningkatkan kuota penerima beasiswa menjadi 5.000 orang, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 4.000 penerima.
Peningkatan jumlah penerima tersebut menjadi yang terbesar sejak program ini pertama kali dijalankan pada 2016. Program beasiswa ini juga melibatkan 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BPDP dalam mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan industri perkebunan sawit di masa depan.
Program Beasiswa SDM Sawit sendiri merupakan salah satu program pengembangan SDM yang secara konsisten dijalankan BPDP bersama Kementerian Pertanian dan lembaga pendidikan terpilih. Hingga tahun 2025, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 13.265 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan penambahan kuota pada tahun 2026, BPDP menegaskan keseriusannya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan tenaga kerja profesional di sektor perkebunan nasional.
Industri Sawit Dinilai Berkontribusi Besar pada Pendidikan
Dalam kegiatan Media Briefing Beasiswa SDM Sawit 2026 yang digelar di Ballroom BPDP, Jakarta, para narasumber menyampaikan bahwa industri sawit tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pembiayaan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
Program beasiswa ini dinilai menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri sawit untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dan memiliki daya saing tinggi.
Melalui program tersebut, para penerima beasiswa diharapkan dapat memperoleh pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus menjadi tenaga kerja yang mampu mendukung perkembangan sektor perkebunan sawit nasional secara berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit di berbagai daerah.
BPDP Sebut Beasiswa Jadi Investasi Jangka Panjang
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan bahwa peningkatan kuota penerima beasiswa merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, pengembangan SDM menjadi faktor penting untuk mendukung kemajuan industri sawit nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
BPDP memandang bahwa sektor perkebunan kelapa sawit membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang memadai agar industri sawit Indonesia tetap mampu bersaing di tingkat internasional.
Karena itu, program beasiswa ini tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan SDM yang siap terjun langsung ke dunia industri perkebunan.
Melalui kerja sama dengan puluhan lembaga pendidikan mitra, BPDP berharap para penerima beasiswa dapat memperoleh kualitas pendidikan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi di sektor sawit.
Didukung Puluhan Lembaga Pendidikan di Indonesia
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Program Beasiswa SDM Sawit didukung oleh 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Keterlibatan lembaga pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa penerima beasiswa.
Program ini juga menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan industri dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung keberlanjutan sektor perkebunan nasional.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016, Program Beasiswa SDM Sawit terus mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah penerima maupun cakupan pendidikan. Penambahan kuota menjadi 5.000 penerima pada tahun ini menunjukkan tingginya komitmen BPDP dalam mendukung pembangunan SDM perkebunan Indonesia.
BPDP berharap program tersebut dapat melahirkan lebih banyak talenta muda yang mampu membawa industri sawit Indonesia semakin maju dan berdaya saing di tingkat global.
Load more