Puteri Indonesia Dukung PP TUNAS: Generasi Hebat Butuh Ruang Digital yang Aman
- PP TUNAS
“Perlindungan anak adalah isu universal. Ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, maka keselamatan anak harus menjadi bagian penting dari percakapan global,” ujarnya.
Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng menilai PP TUNAS menjawab kekhawatiran banyak pihak terhadap berbagai ancaman yang dihadapi anak di internet.
“Anak di bawah umur rentan terhadap bahaya pornografi, pelecehan seksual, dan bullying di media sosial. Meskipun harus diakui media sosial adalah sarana mencari informasi yang sangat powerful, di sinilah perlunya pengawasan dan perlindungan,” kata Agnes.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kus Wisnu Wardani mengaku melihat perubahan besar dalam pola tumbuh kembang anak dibandingkan generasi sebelumnya.
“Kami melihat anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Berbeda dengan dulu yang lebih banyak bermain dan berkomunikasi secara langsung. Karena itu ini merupakan program yang pantas didukung oleh Yayasan Puteri Indonesia,” ujarnya.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan. Puteri Pendidikan 2026 Gisella Agnes Silalahi mengatakan dirinya berencana mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital.
“Saya ingin ikut menyosialisasikan PP TUNAS ke sekolah-sekolah. Selain itu, saya juga akan menggaungkan isu perlindungan anak di forum internasional untuk menjadikan ini sebagai gerakan global,” kata Gisella yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Charm di Vietnam.
Selain Agnes Aditya Rahajeng dan Gisella Agnes Silalahi, dukungan terhadap perlindungan anak di ruang digital juga disampaikan oleh para Puteri Indonesia 2026 lainnya yang hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Puteri Indonesia Lingkungan 2026 sekaligus Miss International Indonesia 2026 Victoria Titisari Koesasi Putri, Puteri Indonesia Pariwisata 2026 sekaligus Miss Cosmo Indonesia 2026 Karina Moudy Widodo, Puteri Indonesia Teknologi dan Inovasi 2026 Glorya Stevany Yame Nayoan, serta Puteri Indonesia Intelegensia II dan Influencer 2026 Athalla Hartiana Putri Hardian.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa isu perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari generasi muda yang memiliki pengaruh luas di masyarakat.
Load more