News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Raffi Ahmad Terseret Kasus Korupsi Impor Barang KW di Bea Cukai, KPK Beri Penjelasan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengonfirmasi bahwa nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad ...
Selasa, 9 Juni 2026 - 14:24 WIB
Raffi Ahmad
Sumber :
  • Instagram/raffinagita1717

tvOnenews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengonfirmasi bahwa nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad (RA) ikut terseret dalam pusaran penyidikan kasus dugaan korupsi masif di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membeberkan bahwa nama selebritas papan atas yang akrab disapa Sultan Andara tersebut muncul ke permukaan terkait dengan aktivitas kunjungannya ke Kantor Blueray Cargo yang berlokasi di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kunjungan tersebut diduga dilakukan untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik menuju Indonesia.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Sumber :
  • tvOne

“Betul, ada fakta saudara RA itu menitip,” tegas Taufik saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Kendati demikian, Taufik mengakui bahwa tim penyidik KPK sejauh ini belum mengembangkan temuan keterlibatan Raffi Ahmad tersebut lebih jauh di dalam berkas penyidikan kasus Bea Cukai.

“Kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai sehingga kemudian itu tidak kami lakukan pemanggilan,” urainya taktis.

Namun, setelah fakta-fakta tersebut kini telanjur terungkap secara eksplisit di dalam persidangan, ia memastikan bahwa lembaga antirasuah tersebut tidak akan tinggal diam dan siap melakukan pendalaman secara intensif.

“Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya,” cetus Achmad Taufik Husein memberi sinyal tegas.

Kronologi OTT Impor Barang Tiruan hingga Menyeret Dirjen Bea Cukai

Raffi Ahmad
Raffi Ahmad
Sumber :
  • Instagram @raffinagita1717

Sebagai kilas balik, gurita kasus korupsi ini bermula ketika satgas KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu pada 4 Februari 2026 lalu.

Sehari berselang, KPK langsung menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan impor barang tiruan atau KW.

Para tersangka dari pihak birokrasi antara lain Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026 yang saat ditangkap menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.

Selain itu, ada nama Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).

Dari pihak swasta, KPK menjerat Pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK).

Pengembangan kasus terus bergerak cepat. Pada 26 Februari 2026, KPK menambah daftar tersangka dengan menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Sehari setelahnya, yakni pada 27 Februari 2026, penyidik KPK mengumumkan tengah mendalami korupsi pengurusan cukai ini pasca-melakukan penyitaan fantastis berupa uang tunai senilai Rp5,19 miliar yang dikemas dalam lima koper dari sebuah rumah aman (safe house) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Raffi Ahmad
Raffi Ahmad
Sumber :
  • YouTube/Comic8Revolution

Aliran Dana dan Fakta Persidangan Terbaru

Dinamika hukum kasus ini kian memanas saat sidang perdana dengan terdakwa John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan digelar pada 6 Mei 2026 lalu.

Dalam surat dakwaan jaksa, nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Djaka Budi Utama secara mengejutkan ikut terseret dan disebut-sebut terlibat.

Djaka Budi Utama bersama para anak buahnya (Rizal, Sisprian, dan Orlando) didakwa sempat melakukan pertemuan rahasia dengan para pengusaha kargo—termasuk John Field—di salah satu hotel mewah di Jakarta pada Juli 2025 silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, pada sidang lanjutan tanggal 20 Mei 2026, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membongkar bahwa Dirjen Djaka Budi Utama diduga kuat menerima aliran uang suap haram hingga mencapai 213.600 dolar Singapura atau setara dengan Rp3,01 miliar (berdasarkan konversi kurs per 8 Juni 2026).

Rentetan fakta persidangan panas itulah yang pada akhirnya menggelinding hingga memunculkan nama Raffi Ahmad pada sidang tanggal 5 Juni 2026 kemarin, terkait rekam jejak kunjungannya ke kantor logistik Blueray Cargo di Negeri Paman Sam yang kini dibidik penuh oleh KPK. 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Charles Leclerc Akhirnya Ungkap Biang Kerok Kecelakaan di F1 GP Italia 2026: Ada yang Tidak Beres dengan Mobilnya

Charles Leclerc Akhirnya Ungkap Biang Kerok Kecelakaan di F1 GP Italia 2026: Ada yang Tidak Beres dengan Mobilnya

Charles Leclerc mengungkap penyebab kecelakaan yang mengakhiri balapannya di F1 GP Italia 2026 akhir pekan kemarin lebih cepat. 
2.000 Karya Anak Muda Warnai by.U Korea Kaja! Vol.3, “Dance of Dreams” Bawa Talenta Muda Indonesia Lebih Dekat ke Mimpi

2.000 Karya Anak Muda Warnai by.U Korea Kaja! Vol.3, “Dance of Dreams” Bawa Talenta Muda Indonesia Lebih Dekat ke Mimpi

Sepanjang rangkaiannya, by.U Korea Kaja! Vol.3 menerima 2.000 video submission RPD, meningkat sekitar 38% dibandingkan lebih dari 1.450 submission pada Vol.2.
Bagasi Garuda Indonesia Berubah, APJAPI Soroti Risiko Penumpang Kena Biaya Tambahan

Bagasi Garuda Indonesia Berubah, APJAPI Soroti Risiko Penumpang Kena Biaya Tambahan

Aturan bagasi baru Garuda Indonesia mengubah sistem dari berat ke jumlah koli. APJAPI menilai kebijakan ini berpotensi merugikan penumpang.
Harpelnas 2026, Askrindo Soroti Rendahnya Literasi Perasuransian Nasional

Harpelnas 2026, Askrindo Soroti Rendahnya Literasi Perasuransian Nasional

Kegiatan bertajuk “Understanding Protection, Building Financial Confidence” tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung.
Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Helikopter TNI AU Dikerahkan untuk Water Bombing

Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Helikopter TNI AU Dikerahkan untuk Water Bombing

Bencana kebakaran berskala besar melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga yang berlokasi di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Percepatan Pendataan Warga Terdampak Konflik di Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Percepatan Pendataan Warga Terdampak Konflik di Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dan Lanny Jaya untuk bergerak cepat dalam menuntaskan proses verifikasi serta pendataan masyarakat yang menjadi korban konflik sosial.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral