Polda NTT Gelar Seminar The Art of Smart Parenting, Wujudkan Keluarga yang Harmonis
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Untuk membangun keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dimulai dari keluarga. Berangkat dari keyakinan tersebut, Polda Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menggelar Seminar The Art of Smart Parenting bertema "Menjadi Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat" dan "Kesehatan Mental dan Parenting" di Hotel Harper Kupang, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 itu dibuka secara resmi oleh Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny. Vily Rudi Darmoko.
Turut hadir para Pejabat Utama Polda NTT beserta istri, para Kapolres jajaran bersama Bhayangkari, serta narasumber utama Direktur SBMS sekaligus Praktisi USEFT, Agus E.H., bersama tim dari Yayasan Kesehatan Mental Keluarga (YKMK) Indonesia.
Mengusung semangat “Polda NTT Penuh Kasih” dan filosofi “Satu Kapal, Satu Arah, Satu Tujuan”, seminar ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi masa depan yang sehat secara mental, kuat secara moral, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Kapolda NTT dalam sambutannya mengingatkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seminar atau forum berbagi teori pengasuhan, melainkan sebuah upaya bersama untuk membangun masa depan bangsa.
"Kita tidak sedang sekadar berkumpul untuk mendengarkan teori. Hari ini kita sedang menenun masa depan. Sebab masa depan bangsa ini tidak pernah dilahirkan dari meja-meja birokrasi atau dinginnya ruang sidang," ucap Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.
Menurut Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, bahwa tantangan yang dihadapi orang tua saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Anak-anak tumbuh di tengah arus digital yang begitu cepat, dengan akses informasi tanpa batas yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman.
"Anak-anak kita tumbuh di dunia yang seolah tanpa sekat. Teknologi memberi mereka sayap untuk terbang ke mana saja, namun di saat yang sama juga membawa badai yang dapat memadamkan pelita dalam jiwa mereka," ujarnya.
Karena itu, Kapolda menilai smart parenting bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi sebuah seni dalam mendampingi anak menghadapi perubahan zaman.
"Pola asuh yang cerdas adalah seni menjadi kompas yang menuntun arah ketika mereka tersesat di belantara informasi. Jika kita kehilangan seni ini, maka sunyinya hati anak-anak akan diisi oleh kebisingan dunia luar, mulai dari dunia malam, narkoba, perundungan hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan," katanya.
Lebih jauh, Kapolda menegaskan bahwa ketertiban masyarakat sejatinya tidak hanya dibangun oleh aparat keamanan, tetapi juga lahir dari keluarga yang harmonis.
"Ketertiban masyarakat bukanlah hasil dari ketatnya penjagaan polisi semata, melainkan buah dari kedamaian yang tumbuh di meja makan keluarga," tegasnya.
Dari berbagai kasus kenakalan remaja yang ditemui di lapangan, Kapolda melihat akar persoalan yang hampir serupa, yakni lemahnya komunikasi dalam keluarga.
"Banyak kenakalan remaja dan patahnya moral anak-anak yang kami temui ternyata berawal dari jeritan rindu akan rumah yang kehilangan komunikasi. Mereka adalah jiwa-jiwa yang haus pelukan, namun tersesat mencari kehangatan di tempat yang salah," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda NTT juga menekankan pentingnya para pemimpin menjadi teladan, baik dalam organisasi maupun dalam keluarga.
Menurutnya, seorang pemimpin harus terlebih dahulu mampu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri agar dapat menjadi contoh yang baik bagi anggota dan keluarganya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk membangun sinergi dalam rumah tangga melalui komunikasi yang sehat, memahami bahasa kasih anak, menyediakan waktu berkualitas di tengah kesibukan, serta memperkuat rasa syukur dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolda juga mendorong seluruh anggota Polri untuk memperhatikan kesehatan mental, baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Salah satu upaya yang terus didorong adalah pemanfaatan program konseling dan pendekatan psikologis yang sehat, termasuk melalui metode USEFT yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan Polda NTT.
Melalui seminar ini, Polda NTT berharap para personel dan Bhayangkari dapat membawa pulang bukan hanya ilmu, tetapi juga kesadaran baru bahwa keluarga adalah fondasi utama keberhasilan organisasi dan masa depan bangsa.
Ketika rumah dipenuhi kasih sayang, komunikasi yang hangat, dan pola asuh yang tepat, maka akan lahir generasi yang percaya diri, berkarakter kuat, serta memiliki semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat.
"Dengan fondasi keluarga yang harmonis dan bahagia, seluruh awak dalam satu kapal Polda NTT akan lebih mudah mengakselerasi arah dan tujuan bersama demi mewujudkan NTT yang aman, damai, sejahtera, dan penuh kasih," pungkas Kapolda NTT. (aag)
Load more