Raffi Ahmad Sempat Komunikasi dengan Seskab dan Dasco saat Disebut dalam Dugaan Suap Importasi Barang
- Instagram Raffi Ahmad
Jakarta, tvOnenews.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad mengaku sempat berkomunikasi dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dascco Ahmad saat namanya terseret dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
Hal ini disampaikan dirinya saat menggelar konferensi pers di Restoran Le Nusa Jakarta, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/6/2026).
“Saya sudah berkomunikasi pasti sama pihak istana, ya sama Pak Teddy, Pak Seskab. Saya juga berbicara juga kepada pimpinan DPR, juga Pak Dasco. "Apalagi yang harus saya lakukan?",” kata Raffi, kepada awak media.
Kemudian Raffi menerangkan bahwa dirinya diminta mencari pengacara yang kompeten, yang dapat membantu permasalahannya. Sebab dirinya tidak ingin hal ini terbawa ke politik.
"Sudah, cari pengacara yang kompeten, yang bisa membantu untuk semua ini, dan tanyakan apa langkah yang terbaik untuk membersihkan nama sendiri, nama pribadi, dan juga benar-benar kita harus jangan sampai ini terbawa jadi ke politik," gitu loh,” ujar Raffi.
Selanjutnya Raffi melakukan konsultasi dengan Hotman Paris dan meminta untuk mendampinginya dalam permasalahan yang menimpanya.
“Akhirnya, langkah apa pun yang saya akan lakukan, saya akan berkonsultasi sama Bang Hotman. "Bang, apa baik yang saya harus lakukan, Bang?" Dan saya juga orangnya sebenarnya enggak tegaan juga. Saya ini jarang-jarang juga mau kayak begini,” ungkap Raffi.
“Ini karena sekarang karena ada satu yang saya tadi saya bilang, karena kepercayaan amanah sebagai Utusan Khusus Presiden, ya saya kalau kayak begini, saya harus clear-kan. Kalau dulu saya banyak pencitraan-pencitraan, kalau sekarang kalau seperti ini, saya benar-benar harus speak up dan saya harus luruskan. Dari zaman pencucian uang dan sampai sekarang, saya harus clear-kan semua,” tegas Raffi.
Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi soal terdapat nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, bahwa nama Raffi Ahmad muncul saat dirinya sedang berada di Amerika. Kala itu Raffi sempat mengunjungi kantor PT Blueray yang berada disana.
Kunjungan Raffi ke kantor forwarder tersebut untuk menitip pengiriman sejumlah alat elektronik dari Amerika ke Indonesia.
"Betul, ada fakta saudara RA itu menitip," kata Taufiq di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Taufik mengungkapkan, bahwa KPK belum mengembangkan kasus tersebut terhadap Raffi. Pasalnya, keterlibatannya belum terlalu menguatkan dalam kasus yang menjerat PT Blueray. Sehingga Raffi tidak dilakukan pemanggilan.
"Kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai," ungkapnya.
Meski begitu, Taufik menyebut bahwa KPK tak menutup kemungkinan untuk melakukan pendalaman bilamana terdapat fakta-fakta di persidangan yang menguatkan unsur pidana.
"Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya," jelasnya. (Ars/cmi)
Load more