Rupiah Diguncang Sentimen, Ekonom: Fundamental Indonesia Masih Kuat, Jangan Salahkan Pemerintah
- Antara
Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan agar arah transformasi ekonomi nasional tidak terganggu.
Indra bahkan mengingatkan bahwa pergantian figur penting dalam pengelolaan ekonomi berpotensi menghambat proses transformasi yang sedang dibangun apabila tidak dilakukan secara hati-hati dan terukur.
Dalam paparannya, Indra membandingkan model pembangunan ekonomi di berbagai negara. Ia mencontohkan negara-negara liberal seperti Amerika Serikat dan Australia yang tidak mengatur arah ekonomi secara rinci dalam konstitusi sehingga kebijakannya sangat bergantung pada orientasi politik pemimpin yang berkuasa.
“Karena tidak diatur secara rinci dalam konstitusi, arah ekonominya sangat tergantung pada siapa yang menjadi pemimpin negara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti negara-negara yang memasukkan pengelolaan sumber daya alam dan kepentingan publik ke dalam konstitusi, termasuk China yang tetap mempertahankan kendali negara atas tanah meski membuka ruang besar bagi aktivitas sektor swasta.
Dalam forum yang sama, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.
Menurutnya, perdebatan mengenai model ekonomi tidak boleh mengaburkan tujuan utama pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.
“Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegas Fuad.
Fuad juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan ekspor melalui satu pintu yang saat ini tengah didorong pemerintah sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global. (agr/cmi)
Load more