Rupiah Anjlok, Eks Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Kondisi Ekonomi Saat Ini Tak Seburuk Era 98
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Fuad Bawazier menyebut bahwa kondisi ekonomi Indonesia lebih baik jika dibandingkan pada saat krisis moneter tahun 1998.
Fuad mengungkapkan, ada berbagai indikator yang membedakan kondisi ekonomi saat ini dengan 28 tahun silam. Salah satunya terkait dengan pertumbuhan ekonomi.
Ia menjelaskan, tahun 1998 pertumbuhan ekonomi justru berada di angka yang minus. Berbeda dengan saat ini yang masih berada di angka plus 5,6 persen.
"Dulu memang, memang lebih, misalnya dari sudut pertumbuhan, sampai pertumbuhannya menjadi minus. Dulu inget gak? Minus 13 persen loh," kata Fuad dalam sebuah diskusi Forum Ekonomi Konstitusi bertajuk 'Masa Depan Rupiah dan Paradigma Ekonomi Baru' di Jakarta, Kamis (11/6).
Selain itu, kata Fuad, nilai tukar rupiah saat itu sangat jauh bahkan menebus angka Rp16.000 per dolar AS dengan relatif waktu yang cukup cepat.
"Dulu kan beda bener, '98. Terus rupiahnya sampai Rp16.000 ya. Kursnya itu, uh cepat bener itu. Sudah bisa Rp16.000," jelasnya.
Menteri Keuangan tahun 1998 ini menuturkan bahwa terdapat perbedaan lainnya dengan kondisi ekonomi saat ini yang masih menunjukan tren positif dari berbagai sektor meski sedang dihadapi dengan tantangan global.
"Sekarang kan semuanya kan serba enggak seperti drastis begitu. Semuanya juga rasio positif, gitulah. Dan memang sudah agak beda, dan situasinya juga," ujarnya.
Meski memiliki perbedaan namun ia menduga dibalik kekacauan ekonomi tahun 1998 dan saat ini, sama-sama ada upaya pihak lain untuk meruntuhkan rezim.
"Kalau dulu gangguannya adalah program-program yang diajuin itu untuk menjatuhkan Pak Harto. Waktu itu kan? Kalau sekarang ya, ada upaya juga. Ya intinya ya pertamanya barangkali ada udang di balik batunya itu aja itu," tandasnya.
Adapun nilai Rupiah terhadap Dolar AS berada diangka Rp17.941 pada Kamis (11/6/2026) siang.(aha/raa)
Load more