Selat Hormuz Dibuka, Pengamat: Harga Minyak Turun Potensi Redam Tekanan Inflasi Global
- ANTARA
“Nah, kita tahu bahwa penurunan harga minyak mentah dunia ini pun juga mengurangi biaya transportasi ya, biaya logistik, sehingga apa? Sehingga turunan dari minyak mentah mengalami penurunan sehingga berdampak terhadap turunnya inflasi,” katanya.
Jika tren tersebut berlanjut, inflasi global diperkirakan akan semakin terkendali. Kondisi itu dapat memberikan ruang lebih besar bagi bank sentral utama dunia, khususnya Federal Reserve Amerika Serikat, untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
“Nah, turunnya inflasi secara global ini akan membuat Bank Sentral Amerika dalam bulan Juni ini, ya kemungkinan besar minggu ini atau minggu besok akan melakukan pertemuan, kemungkinan akan merevisi dan masih mempertahankan suku bunga,” ujar Ibrahim.
Namun untuk periode berikutnya, ia memperkirakan arah kebijakan suku bunga AS akan berubah dari menahan menjadi menurunkan suku bunga acuan.
“Tetapi di bulan-bulan berikutnya bukan menaikkan suku bunga tetapi akan menurunkan suku bunga acuannya. Karena apa? Karena stabilnya harga minyak mentah di bawah 75 dolar per barel,” tegasnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui perundingan intensif.
Kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Jenewa, Swiss, pada 19 Juni mendatang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut dan mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade Angkatan Laut AS. (agr/muu)
Load more