News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pembubaran Diskusi di UGM jadi Sorotan, Mahasiswa hingga Pengamat Menyayangkan

Forum diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada yang berakhir ricuh akibat pembubaran paksa, mendapat sorotan dari sejumlah pihak.
Rabu, 17 Juni 2026 - 20:25 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di kawasan UGM Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Sumber :
  • ANTARA/HO-Kementan

Jakarta, tvOnenews.com - Ricuhnya forum diskusi Kopdar Bareng Mas Dar yang menghadirkan sejumlah pejabat negara di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Senin malam (15/6/2026), mendapat sorotan sejumlah pihak.

Acara diskusi tersebut dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, forum tersebut berakhir dengan sangat tidak kondusif setelah sekelompok mahasiswa menggeruduk panggung dan memaksa acara dihentikan.

Pro dan kontra terkait pembubaran paksa yang dilakukan sejumlah mahasiswa itu pun mengemuka di ruang diskusi publik. Kelompok mahasiswa hingga pengamat menyayangkan insiden tersebut.

Merespons kejadian di UGM itu, Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) DKI Jakarta, Asip Irama, melayangkan kecaman dan menyebutnya sebagai kemunduran serius dalam budaya demokrasi di Indonesia.

"Forum itu adalah ruang dialog yang sah, berizin, dan terbuka. Membubarkannya secara paksa bukan tindakan demokrasi. Itu tindakan yang justru membunuh demokrasi atas nama demokrasi. Ini kontradiksi yang berbahaya," kata Asip, Rabu (17/6/2026). 

Asip mengklaim bahwa demokrasi yang sehat mensyaratkan kemampuan berargumen secara rasional, bukan sekadar melampiaskan sentimen. Menurutnya, kekuatan sejati gerakan mahasiswa selalu terletak pada kualitas argumen, bukan pada skala kegaduhan yang diciptakan.

"Jika mahasiswa yakin argumennya kuat, duduklah di depan pejabat itu, ajukan data, tanyakan yang tidak bisa mereka jawab. Itulah yang benar-benar membuat kekuasaan tunduk. Bukan botol yang dilempar, bukan panggung yang diduduki," ujarnya.

Asip kemudian juga menyoroti karakter aksi-aksi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir yang dia nilai semakin jauh dari tradisi gerakan intelektual yang selama ini menjadi kekuatan moral mahasiswa Indonesia.

"Yang kita saksikan belakangan ini adalah aksi-aksi yang hadir tanpa kajian akademis yang matang, lemah dalam argumentasi, dan tidak memiliki agenda prioritas yang jelas. Tuntutannya berserakan ke mana-mana, seolah yang terpenting bukan substansinya, melainkan kegaduhannya," ujar Asip.

Menurut pandangannya, gerakan mahasiswa yang substansial selalu bisa dibedakan dari gerakannya yang dimobilisasi oleh kepentingan lain.  Perbedaan itu, kata Asip, terletak pada satu hal fundamental yaitu nalar.

"Gerakan mahasiswa yang berpihak pada rakyat lahir dari riset, dari keprihatinan yang terukur, dari tuntutan yang spesifik dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Yang kita lihat sekarang berbeda. Banyak aksi yang digerakkan oleh emosi, mudah terprovokasi, dan sangat rentan disusupi agenda yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat," tegasnya.

Asip lantas mempertanyakan apakah insiden GIK UGM merupakan tindakan spontan atau bagian dari pola yang lebih terorganisir.

"Membubarkan forum secara paksa seperti ini bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Ada pola, ada koordinasi. Kita perlu bertanya dengan jujur: siapa yang menggerakkan, dan untuk kepentingan siapa?" katanya.

Di sisi lain, Asip mengapresiasi sikap Wakil Menteri Pertanian (Wamentan( Sudaryono yang tetap memilih duduk bersila di aspal demi melanjutkan dialog meski telah dievakuasi dari panggung. Menurutnya, gestur itu justru menunjukkan siapa yang sesungguhnya lebih demokratis malam itu.

"Ironi terbesarnya adalah ini: pejabat yang diusir itu tetap mau duduk di aspal untuk berdialog, sementara mahasiswa yang mengusirnya memilih kekerasan. Siapa yang lebih mencerminkan semangat demokrasi? Publik bisa menilai sendiri," pungkas Asip.

Pengamat Sayangkan Pembubaran Paksa

Terpisah, Pengamat Politik Ayip Tayana menyayangkan kejadian di UGM pada Senin malam itu. Menurutnya, kampus seharusnya menjadi ruang dialog, dimana gagasan diuji dan memberi kesempatan kepada semua pihak untuk berbicara dan menjelaskan pandangannya. 

Dalam kesempatan itu, mahasiswa boleh saja marah dan mengajukan pertanyaan kritis pada pemerintah. Di sisi lain, pejabat publik juga harus menjawab dan menjelaskan pandangannya. Itulah guna dialog dalam kampus, namun hal itu justru tidak terjadi.

"Peristiwa itu menjadi pelajaran penting bagi demokrasi kita. Forum yang menghadirkan Sudaryono, Nusron Wahid, dan Budiman Sudjatmiko itu awalnya dimaksudkan sebagai ruang dialog antara pejabat publik dengan mahasiswa. Namun, suasana kemudian berubah, muncul teriakan, poster penolakan, dan tekanan yang membuat forum tidak berjalan sebagaimana mestinya," kata Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional tersebut. (rpi) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tingkatkan Kemakmuran Ekonomi Daerah, MIND ID Distribusikan Rp180 Triliun

Tingkatkan Kemakmuran Ekonomi Daerah, MIND ID Distribusikan Rp180 Triliun

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mencatatkan nilai ekonomi yang didistribusikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan mencapai Rp180,30 T
Ruben Onsu Bagikan Aktivitas Baiknya, Kajian dan Shalat Berjamaah sampai Bangun Rumah Ibadah

Ruben Onsu Bagikan Aktivitas Baiknya, Kajian dan Shalat Berjamaah sampai Bangun Rumah Ibadah

Ruben Onsu resmi mengumumkan dirinya sebagai mualaf pada tanggal 31 Maret 2025, bertepatan dengan hari pertama Idulfitri 1446 Hijriah.
Cegah Kecelakaan, Railink Edukasi Masyarakat di Perlintasan Medan - Binjai

Cegah Kecelakaan, Railink Edukasi Masyarakat di Perlintasan Medan - Binjai

PT Railink terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui kegiatan Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Sebidang di
Media Vietnam Sindir 'Level' Timnas Indonesia Masih ASEAN, Kekalahan dari Vietnam Disebut Jadi Bukti Nyata

Media Vietnam Sindir 'Level' Timnas Indonesia Masih ASEAN, Kekalahan dari Vietnam Disebut Jadi Bukti Nyata

Media Vietnam melontarkan sindiran pedas usai Timnas Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. The Thao 247 menyebut level skuad Garuda masih sebatas ASEAN.
KDM Geram! 10 Pohon Peneduh di Bandung Ditebang Diam-Diam: Pejabat Lalai Harus Diberi Sanksi!

KDM Geram! 10 Pohon Peneduh di Bandung Ditebang Diam-Diam: Pejabat Lalai Harus Diberi Sanksi!

Penebangan 10 pohon peneduh di Jalan Riau Bandung memicu kemarahan. Dedi Mulyadi meminta pejabat internal Pemkot Bandung ikut diperiksa dan disanksi.
Ruben Onsu Ungkap Alasan Klarifikasi Diwakili Pengacara di Tengah Konflik dengan Sarwendah

Ruben Onsu Ungkap Alasan Klarifikasi Diwakili Pengacara di Tengah Konflik dengan Sarwendah

Ruben Onsu ungkap alasannya selalu diwakili pengacara saat klarifikasi di tengah polemik dengan Sarwendah.

Trending

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib Vs Persija, Persebaya Lawan Arema FC

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib Vs Persija, Persebaya Lawan Arema FC

Jadwal semifinal Piala Presiden 2026 hari ini pada Selasa (4/8/2026), akan diramaikan oleh big match antara Persib Bandung vs Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya vs Arema FC.
KPK Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Dana GU Disdikbud Kabupaten Kuningan

KPK Diminta Usut Dugaan Penyimpangan Dana GU Disdikbud Kabupaten Kuningan

KPK diminta untuk menindaklanjuti laporan yang dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Frontal terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana ganti uang (GU) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2025 berkisar Rp3,17 miliar.
Dianggap Lakukan Blunder saat Timnas Indonesia Kalah dari Vietnam, Rizky Ridho: Saya Menerima Semua Kritik

Dianggap Lakukan Blunder saat Timnas Indonesia Kalah dari Vietnam, Rizky Ridho: Saya Menerima Semua Kritik

‎Timnas Indonesia harus tertunduk lemas setelah dihajar Vietnam dalam lanjutan Piala AFF 2026. Skuad Garuda tumbang dengan tiga gol tanpa balas.
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji Eks Menag Gus Yaqut Bakal Digelar Agustus Ini

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji Eks Menag Gus Yaqut Bakal Digelar Agustus Ini

Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut akan menjalani persidangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Pria di Tangerang Disiksa hingga Dipaksa Masturbasi dalam Kondisi Babak Belur oleh Rekan Kerjanya

Pria di Tangerang Disiksa hingga Dipaksa Masturbasi dalam Kondisi Babak Belur oleh Rekan Kerjanya

Dalam video tampak ia berdiri sambil memegang ponsel dalam kondisi tidak memakai celana. Ia juga tampak berbincang dengan seseorang menggunakan bahasa asing.
Tiket Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Persib Vs Persija dan Persebaya Vs Arema Ditiadakan, Tsamara Amany Ungkap Alasan Utamanya

Tiket Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Persib Vs Persija dan Persebaya Vs Arema Ditiadakan, Tsamara Amany Ungkap Alasan Utamanya

Keputusan tersebut diambil panitia pelaksana setelah babak empat besar mempertemukan empat tim dengan rivalitas paling panas di sepak bola Indonesia, yakni Persib Bandung kontra Persija Jakarta serta Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC.
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 5 Agustus 2026: Aries Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 5 Agustus 2026: Aries Panen Dana Ekstra

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, pergerakan astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak, terutama dalam urusan finansial. Apakah kamu termasuk?
Selengkapnya

Viral