News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dody Hanggodo Bantah Terlibat Doxing Dosen UGM: Demi Allah, Demi Rasulullah, Saya Enggak

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo angkat bicara terkait dugaan doxing terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, yang mencuat setelah akademisi tersebut mengkritik kebijakan kepemimpinannya di Kementerian PU.
Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo
Sumber :
  • Dok. Kementerian PU

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo angkat bicara terkait dugaan doxing terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, yang mencuat setelah akademisi tersebut mengkritik kebijakan kepemimpinannya di Kementerian PU.

Dody membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan dirinya tidak mengetahui maupun terlibat dalam penyebaran data pribadi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya ini lho, pegang media sosial, enggak. Gimana saya, tahu doxing ini dari mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa, kan enggak. Saya bukan pegiat media sosial,” kata Dody, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (21/7/2026).

Ia menegaskan tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyebaran informasi pribadi tanpa izin sama sekali tidak benar. Dengan nada serius, Dody menyampaikan bantahan tersebut sambil bersumpah.

“Doxing ini kosa kata baru bagi saya. Enggak, Pak, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah, saya itu. Saya bilang saya masih Muslim, kan. Terus saya bilang demi Rasulullah, saya bawa, kan. Enggak mungkinlah. Ya, enggaklah,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul sorotan publik terhadap dugaan perundungan digital dan doxing yang dialami Nabiyla Risfa Izzati setelah mengkritik polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat. Selain itu, kritik juga berkaitan dengan dugaan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.

Terlepas dari polemik tersebut, Dody menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik justru menjadi masukan untuk memperbaiki diri dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.

“Enggak, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus. Membuat saya lebih bisa membagi diri sendiri lagi ke depannya. Enggak, enggak ada. Enggak ada masalah,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dody juga menanggapi kritik yang menyebut gaya komunikasinya terlalu santai atau slengean. Ia mengaku karakter tersebut terbentuk dari latar belakangnya sebagai orang Jawa Timur yang lama berkarier di sektor swasta.

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta. Gimanalah enggak slengean. Sudahlah. Ketika ada sesuatu yang serius banget, baru saya akan serius. Karena ini kan bukan sesuatu yang serius,” ujar Dody. (agr/ree)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Miris, Sekelompok Ibu Muda Gendong Anak saat Nonton Konser Musik, Warganet Soroti Kondisi Pendengaran Bayinya

Miris, Sekelompok Ibu Muda Gendong Anak saat Nonton Konser Musik, Warganet Soroti Kondisi Pendengaran Bayinya

Viral satu video di media sosial yang menarik perhatian publik. Adanya sekelompok ibu muda menggendong anak saat nonton konser.
3 Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR: Pelanggaran HAM Berat

3 Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR: Pelanggaran HAM Berat

Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion Syamsuddin Rogo mengecam aksi KKB yang menembak tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya ketika sedang bekerja.
Cek Harga dan Ketersediaan Masker Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Dipastikan Tersedia dengan Harga Wajar

Cek Harga dan Ketersediaan Masker Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Dipastikan Tersedia dengan Harga Wajar

Tim Polda Metro Jaya melalui Unit 5 Subdit I Indag Ditreskrimsus melakukan pengecekan ketersediaan dan harga masker guna memastikan stok tetap tersedia serta menjaga stabilitas harga.
Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar di SUGBK, PSSI Sempat Berharap Bobotoh Bisa Hadir

Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar di SUGBK, PSSI Sempat Berharap Bobotoh Bisa Hadir

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengaku sempat berharap agar Bobotoh bisa turut meramaikan duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung. Pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia ini akan digelar di SUGBK
Kemendikasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Pascagempa, SDN Mboeng Ditargetkan Tahun Ini

Kemendikasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Pascagempa, SDN Mboeng Ditargetkan Tahun Ini

Kemendikdasmen akan melakukan revitalisasi terhadap ribuan sekolah di NTT pascabencana gempa bumi yang melanda pada Agustus 2026 lalu.
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG

Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG

Telkom Akses, operating company PT Telkom, kembali memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan meraih tiga penghargaan pada ajang TOP GRC Awards 2026, ajang penilaian, penghargaan, dan pembelajaran bersama di bidang GRC terbesar di Indonesia.

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral