News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kritik Balik Komnas HAM Soal Hasil Kajian Terkait MBG, Natalius Pigai: Banyak yang Tidak Paham Prinsip HAM

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan tanggapan keras terhadap hasil kajian Komisi Nasional (Komnas) HAM yang menyoroti adanya risiko pelanggaran hak asasi dalam program makan bergizi gratis (MBG). 
Rabu, 17 Juni 2026 - 21:27 WIB
Menteri HAM, Natalius Pigai.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan tanggapan keras terhadap hasil kajian Komisi Nasional (Komnas) HAM yang menyoroti adanya risiko pelanggaran hak asasi dalam program makan bergizi gratis (MBG). 

Menurut Pigai, memberikan penilaian negatif terhadap program yang tengah dalam tahap pembangunan adalah langkah yang tidak tepat secara kaidah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pigai menegaskan bahwa sebuah program yang masih berproses untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak bisa langsung dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran HAM. 

Ia merujuk pada ketentuan yang berlaku secara global dalam melihat suatu kebijakan publik.

"Di standar internasional, sesuatu yang sedang proses pembangunan, proses pemenuhan kebutuhan, itu tidak boleh dinilai sebagai pelaku pelanggaran HAM," ujar Pigai saat memberikan keterangan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa evaluasi mengenai ada atau tidaknya pelanggaran HAM idealnya dilakukan setelah sebuah program selesai dilaksanakan. 

Meski demikian, ia sepakat bahwa setiap tahapan tetap memerlukan pengawasan untuk perbaikan.

"Tetapi (dalam) tahapan-tahapan, kalau ada pelanggaran, itu dievaluasi," tambahnya. 

Baginya, evaluasi tersebut krusial agar program tetap berada pada jalur yang benar untuk mencapai target.

Pigai juga menyoroti poin-poin keberatan Komnas HAM, termasuk masalah keracunan makanan yang sempat terjadi. 

Menurutnya, insiden teknis semacam itu tidak serta-merta menjadi isu HAM, melainkan ranah hukum pidana atau kesalahan tata kelola.

"Jadi, harusnya, Komnas HAM mengatakan ada pelanggaran pidana, ada kesalahan manajemen, ada misleading (kekeliruan), mismanagement, ada pelanggaran, ada aspek-aspek hukum yang dilanggar," cetus Pigai.

Ia bahkan melontarkan kritik balik kepada Komnas HAM yang dianggapnya kurang memahami substansi prinsip hak asasi manusia dalam konteks pembangunan. 

"Itu pelaksanaan pidana, kan ini (MBG) baru pembangunan. Makanya, saya bilang, Komnas HAM itu tidak mengerti prinsip HAM. Banyak yang tidak paham," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polemik ini bermula dari hasil pemantauan Komnas HAM di berbagai wilayah yang dipaparkan oleh Komisioner Uli Parulian Sihombing pada Senin lalu. 

Komnas HAM menekankan perlunya penguatan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar standar keamanan pangan terjaga ketat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Dukungan Bank Mandiri, PBTI Ungkap Persiapan Turnamen 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026

Dapat Dukungan Bank Mandiri, PBTI Ungkap Persiapan Turnamen 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026

Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menyampaikan bahwa turnamen 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 akan mendapat dukungan Bank Mandiri.
Ghana vs Panama di Grup L Piala Dunia 2026: Sama-sama Incar Kemenangan Perdana

Ghana vs Panama di Grup L Piala Dunia 2026: Sama-sama Incar Kemenangan Perdana

Tim Nasional atau Timnas Ghana dan Panama akan memainkan laga Piala Dunia 2026 dari Grup L pada Kamis (18/6) pukul 06.00 WIB di Stadion Toronto, Toronto, Kanada.
Baru Juga Kenalkan Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia Disebut Incar Striker Belanda dan Gelandang Jerman

Baru Juga Kenalkan Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia Disebut Incar Striker Belanda dan Gelandang Jerman

Di tengah berjalannya proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker, Bung Ropan sebut pemain keturunan berikutnya yang berpotensi bela Timnas Indonesia.
Eks Pelatih Persib Bojan Hodak Beri Prediksi Laga Inggris Vs Kroasia

Eks Pelatih Persib Bojan Hodak Beri Prediksi Laga Inggris Vs Kroasia

Bertemu di Grup L, Kroasia sebagai negara asal Bojan Hodak akan menantang Kroasia pada Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Timnas Inggris bakal Banjir Uang, Ada Syaratnya

Timnas Inggris bakal Banjir Uang, Ada Syaratnya

Tim Nasional atau Timnas Inggris akan menerima bonus besar karena memenangkan gelar dan bonus itu bisa berlipat ganda bagi pelatih baru Thomas Tuchel.
Umumkan Pernikahan dengan Seorang Pengusaha, Nathalie Holscher Singgung soal Anak

Umumkan Pernikahan dengan Seorang Pengusaha, Nathalie Holscher Singgung soal Anak

Umumkan akan menikah lagi dengan seorang pengusaha muda, Nathalie Holscher singgung soal ayah sambung untuk anaknya.

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Sempat Kabur ke Panipahan, Suami Siri Pembunuh Istri di Dumai Ditangkap Polisi

Kepolisian Resor Dumai berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial Nursafika (30), yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah pondok kawasan kebun Taman Wisata Alam (TWA), Jalan Abdul Rabkhan, RT 006, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai.
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum, Bahas Permasalahan Kawasan Hutan dan Konflik Agraria

BAM DPR RI menggelar Rapat RDPU bersama para kepala desa dan perangkat desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kemuning, Indragiri Hilir, Riau.
Selengkapnya

Viral