Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.863 per Dolar AS Jelang Pengumuman BI Rate dan Kesepakatan Damai Iran-AS
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah melemah lagi ke Rp17.863 per dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman BI Rate dan kesepakatan damai Iran-AS.
Meski begitu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak fluktuatif.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp17.753 pada Senin, 15 Juni 2026.
Posisi rupiah melemah 34 poin dari kurs sebelumnya di level Rp17.719 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.
Pada Kamis, 18 Juni 2026 hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.863 per dolar AS.
Posisi rupiah melemah 101 poin atau 0,57 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.762 per dolar AS.
Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memaparkan perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.
RDG menjadi penting lantaran pada pekan lalu BI menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen melalui RDG Mingguan secara mengejutkan.
"Langkah serupa juga terjadi pada RDG Bulanan sebelumnya ketika BI menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin," ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Dalam beberapa waktu terakhir, terang dia, BI mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar karena sebelumnya rupiah sempat mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS.
Di sisi lain, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang pengirimannya melalui Selat Hormuz.
Pemerintah Indonesia telah mengamankan pasokan energi nasional melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok lain.
Dengan strategi tersebut, Indonesia memiliki alternatif sumber impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Meski begitu, pemerintah tetap mengedepankan pertimbangan harga dalam menentukan sumber pasokan minyak mentah.
Sentimen eksternal didukung optimisme seputar kesepakatan AS-Iran yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata, sementara negosiasi berlanjut.
Rincian kesepakatan perdamaian sementara mulai muncul pada Selasa (16/6/2026). Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan itu akan mengesampingkan senjata nuklir untuk Teheran.
Load more