Korban Hanania Usul Ada Sistem Rekening Penampung hingga Peringatan Dini Beda Warna, Travel Umrah Nakal Bisa Ketahuan!
- Ist
Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa Hukum korban Hanania Travel, Joddy Mulyasetya Putra, mengusulkan kepada pemerintah agar membuat sistem escrow account atau rekening penampungan dana jemaah umrah.
Hal itu diungkapkan dalam rapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Sehingga, kata Joddy, dana yang dibayarkan jemaah tidak bisa dicairkan oleh travel sebelum semua kewajiban, seperti tiket dan visa, sudah dibeli.
“Jadi gini, ketika dibayar, para penyelenggara, umroh dan haji, mereka tuh belum bisa mencairkan sampai dengan kemudian kewajibannya ter-checklist dengan baik. Baru kemudian cair,” kata Joddy.
Kemudian, pihaknya juga menuntut pemerintah membuat sistem peringatan dini terhadap travel umrah dan haji, yang ditandai dengan warna.
“Kita berikan lima warna,” ungkapnya.
Dia menuturkan saat ini sudah banyak travel umrah dan haji yang memanfaatkan influencer atau brand ambassador untuk meningkatkan citra baik di masyarakat. Sehingga, masyarakat cukup sulit membedakan travel yang kompeten dan tidak kompeten.
“Hanania itu sudah memiliki sebuah akreditasi B. Dan sudah masuk rekor MURI. Pertanyaan saya adalah siapa lagi yang tidak percaya,” ujar Joddy.
Oleh karena itu, calon jemaah membutuhkan akses terhadap informasi yang bisa dipantau secara langsung.
“Supaya apa? Supaya mereka itu bisa melihat secara live. Kira-kira, hari ini PT PAU ini sedang berwarna apa ya? Oh merah? Jangan kita ambil. Oh hijau? kita bisa ambil. Atau kuning? Silakan kita ambil,” tandas Joddy. (saa/cmi)
Load more