News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelar Diskusi Publik, Aliansi Mahasiswa Indonesia Serukan Jaga Stabilitas Nasional

Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar Diskusi Publik bertajuk “Menguji Urgensi Reformasi Jilid II: Apakah Indonesia Membutuhkan Perubahan Sistem atau Penguatan Stabilitas Nasional?” pada Sabtu (20/6/2026) di Kantor Pusat PERDHAKI, Jakarta.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:02 WIB
Gelar Diskusi Publik, Aliansi Mahasiswa Indonesia Serukan Jaga Stabilitas Nasional
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar Diskusi Publik bertajuk “Menguji Urgensi Reformasi Jilid II: Apakah Indonesia Membutuhkan Perubahan Sistem atau Penguatan Stabilitas Nasional?” pada Sabtu (20/6/2026) di Kantor Pusat PERDHAKI, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–15.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa dari beragam organisasi dan perguruan tinggi sebagai ruang dialog untuk membahas arah pembangunan nasional, demokrasi, serta tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara. Selanjutnya, kegiatan dibuka oleh Charles Gilbert selaku Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Charles Gilbert mengajak mahasiswa untuk lebih cermat dan kritis dalam menyikapi berbagai narasi mengenai Reformasi Jilid II yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, mahasiswa perlu melihat dinamika nasional secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan yang belum tentu berpihak kepada rakyat.

“Mahasiswa harus tetap menjaga independensi gerakan, mengedepankan objektivitas, serta terus mengawal kebijakan publik secara kritis dan proporsional demi kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.

Diskusi publik menghadirkan tiga narasumber dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan nasional, yaitu Frimus Wistito Nababan (Ketua Bidang Politik DPP GMNI), Ahmad Tomy Wijaya (BEM Pesantren Seluruh Indonesia), dan Ghulam Zaky (Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Provinsi Riau).

Dalam pemaparannya, Frimus Wistito Nababan menilai bahwa istilah Reformasi Jilid II kurang tepat digunakan. Menurutnya, yang lebih penting adalah melanjutkan serta menyempurnakan cita-cita Reformasi 1998 yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa.

Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap dijaga sebagai bagian dari demokrasi, namun perlu disertai tanggung jawab dan solusi yang konstruktif. Selain itu, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi alat bagi kepentingan oligarki maupun kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk tujuan politik tertentu.

Sementara itu, Ahmad Tomy Wijaya menyoroti pentingnya mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa bonus demografi dan perkembangan teknologi merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini meliputi kualitas pendidikan yang belum merata, tingginya angka pengangguran terdidik, kesenjangan ekonomi, disrupsi teknologi, korupsi, serta semakin ketatnya persaingan global.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan mengganti sistem, melainkan melalui kemampuan bangsa dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.

Narasumber ketiga, Ghulam Zaky, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh polarisasi maupun berbagai narasi yang berkembang di ruang digital.

Menurutnya, budaya diskusi, kajian, dan pertukaran gagasan harus terus diperkuat sebagai ciri khas gerakan mahasiswa yang intelektual. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas nasional merupakan faktor penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti peserta dari berbagai kampus. Sejumlah pertanyaan mengangkat isu mengenai batas antara reformasi yang bersifat substansial dengan agenda politik kelompok tertentu, kualitas demokrasi Indonesia saat ini, serta efektivitas stabilitas nasional dibandingkan pergantian sistem dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Secara umum, para narasumber berpandangan bahwa tantangan utama bangsa saat ini bukanlah mengganti fondasi sistem bernegara, melainkan memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki berbagai sektor strategis, serta menjaga stabilitas nasional sebagai modal penting menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama-sama membacakan Deklarasi Aliansi Mahasiswa Indonesia sebagai bentuk komitmen moral dan kebangsaan dalam menjaga persatuan nasional di tengah berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa serta dilandasi semangat kebangsaan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa, Aliansi Mahasiswa Indonesia menyerukan empat poin deklarasi:

    1.    Menjaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa.

    2.    Mengedepankan Kritik yang Konstruktif dan Solutif.

    3.    Mendukung Stabilitas Nasional sebagai Fondasi Ketahanan Ekonomi.

    4.    Mengajak Mahasiswa dan Masyarakat Menjadi Pelopor Persatuan."

Dengan pembacaan deklarasi tersebut, Diskusi Publik Aliansi Mahasiswa Indonesia resmi ditutup. Seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk terus mengedepankan dialog, kajian ilmiah, serta partisipasi aktif dalam mengawal pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan bersatu menuju Indonesia Emas 2045.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketika Sinyal Membawa Kopi Pinogu Keluar Rimba

Ketika Sinyal Membawa Kopi Pinogu Keluar Rimba

Kopi khas Gorontalo dari pedalaman Pinogu mulai terdengar ketika pintu pasar digital mulai dibuka. Kehadiran internet memberikan asa baru bagi para petani kopi.
Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Bagi mata awam, blangkon mungkin sekadar penutup kepala tradisional. Namun, di bawah ketelatenan jemari Tri Damayanti dan suaminya, setiap helai kain yang dirangkai menyimpan kisah yang jauh lebih dalam. 
Lolos Perempat Final Asian Games 2026, Media Thailand Berterima Kasih pada Iran Usai Kalahkan Timnas Voli Indonesia

Lolos Perempat Final Asian Games 2026, Media Thailand Berterima Kasih pada Iran Usai Kalahkan Timnas Voli Indonesia

Thailand yang menaklukkan Kirgistan sempat belum dipastikan lolos karena bergantung pada hasil laga Iran melawan Timnas Voli Indonesia. 
6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya di Tempat Kerja pada 30 September 2026: Cancer Siap-siap Naik Kelas

6 Zodiak Paling Bersinar Kariernya di Tempat Kerja pada 30 September 2026: Cancer Siap-siap Naik Kelas

Memasuki penghujung September 2026, sejumlah zodiak diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam urusan karier.
Singkirkan Pasangan Oman, Bintang/Sofyan Bawa Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Voli Pantai Asian Games 2026.

Singkirkan Pasangan Oman, Bintang/Sofyan Bawa Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Voli Pantai Asian Games 2026.

Wakil Indonesia di cabang olahraga voli Pantai, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi, berhasil mengamankan satu tempat di babak perempat final Asian Games 2026.
Bulan Penuh Ujian, 6 Shio Ini Harus Ekstra Hati-hati Selama Bulan Oktober 2026

Bulan Penuh Ujian, 6 Shio Ini Harus Ekstra Hati-hati Selama Bulan Oktober 2026

Mulai dari hambatan finansial hingga tekanan di tempat kerja, berikut adalah 6 shio yang diprediksi paling rentan ketiban apes dan kesialan selama Oktober 2026.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral