Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik Rp5 Juta di Juni, Airlangga: Masih Dikaji Ulang
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memutuskan menggeser peluncuran program bantuan insentif pembelian sepeda motor listrik setidaknya satu bulan ke depan karena skema penyalurannya masih dalam tahap pematangan.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru menjalankan program yang masuk dalam paket stimulus ekonomi semester II 2026.
Sejumlah aspek teknis dinilai masih perlu disempurnakan agar insentif benar-benar tepat sasaran dan efektif mendorong adopsi kendaraan listrik nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kajian lanjutan masih diperlukan sebelum kebijakan tersebut resmi diberlakukan.
“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).
Sebelumnya, pemerintah menargetkan program tersebut mulai berjalan pada Juni 2026. Namun, pembahasan lintas kementerian dan lembaga masih berlangsung untuk memastikan mekanisme implementasi tidak menimbulkan kendala saat dieksekusi.
Menurut Airlangga, pemerintah tengah menyelaraskan berbagai aspek teknis agar seluruh perangkat pendukung siap ketika kebijakan diluncurkan pada Juli mendatang.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan stimulus kendaraan listrik dengan target kuota masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik sepanjang tahun 2026.
Dalam skema awal yang disusun pemerintah, nilai insentif untuk pembelian sepeda motor listrik diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit.
Namun besaran final serta tata cara penyalurannya masih menunggu keputusan resmi setelah seluruh pembahasan selesai dilakukan.
Di balik kebijakan tersebut, pemerintah tidak hanya mengejar target pengurangan emisi karbon dan percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Program insentif kendaraan listrik juga dirancang untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
“Insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor BBM di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan,” pungkas Airlangga.
Pemerintah berharap insentif ini nantinya dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional, mulai dari industri manufaktur, rantai pasok baterai, hingga peningkatan penggunaan kendaraan berbasis energi bersih oleh masyarakat. (agr/muu)
Load more