Menkes Ungkap Imunisasi Bayi dan Ibu Hamil Meningkat pada 2026
- TVR Parlemen
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan vaksinasi atau imunisasi bagi bayi dan ibu hamil pada 2026.
Hal itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Budi menjelaskan program imunisasi nasional yang digalakkan pemerintah saat ini sudah mencakup 14 antigen atau jenis vaksin yang diberikan untuk bayi, anak di bawah usia dua tahun, anak sekolah, dan dewasa.
“Sejak kami masuk ada tiga jenis vaksin baru atau antigen yang kita berikan, yaitu PCV, HPV, dan Rotavirus,” katanya.
Untuk kategori bayi, Budi menyebut per data Mei 2026 terdapat peningkatan 5,8 persen cakupan imunisasi dibandingkan tahun 2025.
“Jadi sampai bulan Mei ya. Kita berhasil meningkatkan 5,8 persen dibandingkan pencapaian imunisasi tahun 2025 untuk periode yang sama,” ungkap Budi.
Namun, dia mengatakan jumlah imunisasi di Provinsi Aceh dan Papua masih sangat rendah pada kategori ini.
Sementara itu, kategori anak di bawah usia 2 tahun juga meningkat dari tahun 2025. Meski demikian, cakupan vaksinasi masih rendah di Sumatera Barat.
“Jadi kalau kita ingat ada outbreak kemarin, polio atau campak ya? Campak. Nah, kita bisa lihat itu memang terjadi di provinsi-provinsi yang cakupannya rendah,” ungkapnya.
Namun, untuk kategori anak sekolah Budi menyebut Kemenkes masih belum memiliki data 2026. Sebab, belum memasuki tahun ajaran baru.
“Karena imunisasi anak sekolah ini diberikannya setiap tahun ajaran baru utamanya, jadi kita belum ada data 2026-nya Bapak-Ibu. Karena belum bisa dibandingkan,” kata Budi.
Pada kelompok dewasa, khususnya ibu hamil, cakupan imunisasi juga meningkat di tahun 2026. Namun, dia mengatakan Jawa Timur masih memiliki angka rendah.
“Provinsi-provinsi yang masih rendah capaiannya 15%-an itu ada di bawah. Dan di sini yang provinsi besar yang masuk adalah Jawa Timur,” jelas Budi.
“Jadi Jawa Timur termasuk yang cakupan imunisasi ibu hamilnya rendah. Saya sudah minta tim karena ini provinsi besar agar ditindaklanjuti,” pungkasnya. (saa/nsi)
Load more