Lima Anggota Geng Motor Dibekuk Usai Bacok Tiga Warga di Jakpus, Luka Sampai Sekujur Tubuh
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengamankan lima terduga pelaku penyerangan terhadap tiga warga Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat hingga mengalami luka bacok di sekujur tubuh.
Kelima terduga pelaku tersebut merupakan anggota geng motor yang saat menjalankan aksinya sedang melakukan konvoi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 04.20 WIB.
"Para pelaku datang secara berkelompok dan melakukan penyerangan terhadap warga yang sedang berada di lokasi, mengakibatkan tiga orang mengalami luka bacok pada bagian punggung, pinggang, dan lengan," ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung, Minggu (28/6/2026).
Diketahui, aksi yang dilakukan oleh anggota geng motor itu viral di media sosial. Usai ramai, Polisi segera melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian.
Dari tempat kejadian perkara atau TKP, Polisi melakukan pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV, hingga pengembangan di lapangan. Hasilnya, lima orang berhasil diamankan.
Kelima terduga pelaku berinisial P, HS, IW, AS, dan MDP. Selain itu, petugas turut mengamankan barang bukti berupa dua bilah celurit, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan saat kejadian, satu jaket milik pelaku, rekaman CCTV, serta hasil visum korban.
"Seluruh pelaku yang terlibat akan kami kejar dan proses sesuai hukum yang berlaku guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tegas Reynold.
Sementara itu, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan pelaku lainnya yang diduga ikut dalam aksi penyerangan tersebut.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang telah teridentifikasi serta mendalami keterkaitan kelompok gengster yang terlibat, termasuk aktivitas mereka di media sosial," ungkapnya.
Saat ini kelima terduga pelaku telah diamankan di Polsek Johar Baru untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus memburu pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Sementara korban penyerangan telah mendapatkan perawatan medis serta dilakukan visum untuk kepentingan penyidikan. (aha/cmi)
Load more