Airlangga Tawarkan Kolaborasi Alat Berat Listrik dengan Belarus, Target Investasi Tembus US$500 Juta
- ANTARA
“Yang ketiga yang juga bekerja sama secara strategis, Indonesia tidak punya potash, tetapi itu sangat dibutuhkan untuk pupuk NPK. Oleh karena itu, PT Pupuk sedang melakukan due diligence untuk bicara mengenai ikut saham di dalam pengembangan tambang, sehingga mungkin kita bisa bolak-balik sehingga food security bisa kita jaga,” kata Airlangga.
Ia menegaskan langkah tersebut bukan bertujuan meningkatkan impor, melainkan memperkuat kepastian pasokan bahan baku melalui kepemilikan saham di tambang luar negeri.
“Bukan peningkatan impor, peningkatan dari kepemilikan saham di dalam tambang itu. Karena kalau tanpa kepemilikan, seperti sekarang kalau ada disrupsi, impornya juga bisa terdisrupsi,” jelasnya.
Dengan berbagai peluang kerja sama yang sedang dijajaki, pemerintah optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus akan terus meningkat.
Airlangga pun memasang target nilai investasi bilateral dapat mencapai US$500 juta dalam waktu dekat.
“Ya tentu kita berharap dalam waktu dekat bisa mencapai sampai dengan US$500 juta,” pungkasnya. (agr/nsi)
Load more