Praktisi Kesehatan Masyarakat Ingatkan Flu Singapura Biasa Menular di Sekolah, Waspada tapi Tidak Perlu Panik
- dok.kolase tvOnenews.com / Youtube Primaya Hospital
Jakarta, tvonenews.com- Flu Singapura di indonesia tengah merebak kasusnya capai 523 suspek. Melihat ini bisa buat masyarakat merasa panik dan bingung.
Kasusnya ditemukan di wilayah Sumatra Selatan, flu singapura menjadi peringatan bagi punya anak yang masih sekolah. Dokter Ngabila pun mengajak tetap waspada tapi tidak perlu panik.
Praktisi kesehatan masyarakat, dr Ngabila Salama pun mengatakan kita sebagai orang tua bisa perhatikan anak, sebab mudah menular di sekolah atau tempat bermain.
Namun flu singapura bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Ditambah juga dengan memakai masker saat kurang sehat dan rajin mencuci tangan.
- dok.kolase tvOnenews.com / sehat tvone/antara
Selain itu, juga perlu memahami gejala dari flu singapura. Guna mencegah sakit atau gejala lebih parah. dr. Ngabila Salama mengingatkan karena flu singapura mudah menular.
"waspada tapi tidak perlu panik, penyakit ini mudah menular terutama di tempat berkumpulnya anak-anak seperti sekolah (PAUD, TK, SD) atau tempat bermain (playground)," katanya kepada tvonenews.com, Rabu (1/7).
Gejala Flu Singapura Perlu Diwaspadai
-demam
-sariawan
-luka dimulut
-muncul ruam atau bintil di telapak tangan dan kaki
Sejauh ini kasusnya meningkat di wilayah Sumatra Selatan dengna 523 kasus suspek, diketahui banyak menjangkit anak-anak.
Menurut dr. Ngabila Salama sebagai Praktisi Kesehatan Masyarakat itu terjadi karena memang penyakit ini mudah menular.
"meningkatnya kasus flu singapura atau bahasa medisnya hand, foot and mouth disease (HFMD) karena ini sedang mengalami peningkatan musiman. Penyakit ini juga mudah menular," pesan dr Ngabila Salama yang pernah menjabat sebagai kepala seksi surveilans epidemiologi dan imunisasi di Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Perlu untuk diketahui, kasus flu Singapura yang ditemukan di Sumatra Selatan sejak pada Januari hingga Juni 2026.
Penjelasan Dinkes Sumsel
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa di Palembang bahwa jumlah itu merupakan akumulasi kasus suspek yang tercatat sejak Minggu ke-1 hingga Minggu ke-23 tahun 2026.
Dijelaskan juga secara umum penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan ini, umum menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun.
Load more