News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Backend Engineer di Indonesia, BaTii Kemenkeu: Migrasi ke AI Workflow Bukan Tentang Pelajari Library Baru

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendorong pengembangan talenta digital untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital nasional hingga 2030.
Jumat, 3 Juli 2026 - 20:17 WIB
ilustrasi AI (artificial intelligence).
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, tvOnenews.com - Di Indonesia, percepatan transformasi AI bertemu dengan tantangan yang berbeda. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendorong pengembangan talenta digital untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital nasional hingga 2030. 

Di sisi lain, industri mulai menunjukkan peningkatan permintaan terhadap kompetensi yang lebih spesifik, seperti AI engineering, data engineering, cloud computing, dan keamanan siber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, gelombang kecerdasan buatan (AI) kini memaksa banyak backend engineer mempertanyakan kompetensi yang selama ini menjadi andalan. Transisi tersebut tidak sederhana, dan konsekuensinya melampaui batas karier individual.

Berdasarkan Survei Stack Overflow Developer pada 2024, yang melibatkan lebih dari 65.000 responden pengembang di seluruh dunia, menunjukkan bahwa Python terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan oleh developer profesional, seiring meningkatnya kebutuhan pada bidang kecerdasan buatan (AI), data science, dan otomasi. 

Kenaikan Python tidak terlepas dari dominasinya di ekosistem machine learning dan AI sebuah domain yang tumbuh jauh melampaui segmen backend enterprise konvensional. 

Java tetap menjadi bahasa penting di lingkungan enterprise, sementara Python mengalami pertumbuhan pesat seiring berkembangnya AI dan data science.

Sedangkan, GitHub Octoverse 2024 melaporkan bahwa Python menjadi salah satu bahasa dengan pertumbuhan aktivitas pengembang paling signifikan di GitHub sepanjang 2024.

Peningkatan tersebut banyak dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan proyek AI generatif, machine learning, dan data science yang menjadikan Python sebagai bahasa utama dalam berbagai framework populer. 

Di tingkat korporasi, tren adopsi AI terus meningkat. McKinsey State of AI 2025 menunjukkan bahwa 88 persen organisasi secara rutin menggunakan AI pada setidaknya satu fungsi bisnis, naik dari 78 persen pada survei sebelumnya.

Namun, laporan yang sama juga menyoroti bahwa adopsi belum selalu diikuti transformasi menyeluruh hanya sebagian organisasi yang berhasil mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis pada skala enterprise.

Kondisi tersebut membuat tim engineering tidak lagi hanya dituntut membangun aplikasi, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan AI secara aman, terukur, dan dapat diaudit ke dalam sistem yang mereka kelola.

Perubahan kebutuhan talenta juga tercermin dalam Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum. Laporan tersebut menempatkan AI and Big Data sebagai keterampilan yang diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan paling tinggi hingga 2030. 

Pada saat yang sama, sekitar 39 persen keterampilan inti tenaga kerja saat ini diproyeksikan akan berubah atau menjadi usang, sehingga perusahaan diperkirakan semakin agresif melakukan reskilling dan merekrut talenta dengan kompetensi AI, data, dan keamanan siber.

Sementara itu, Gartner menilai teknologi AI generatif mulai memasuki fase Trough of Disillusionment, yaitu periode ketika organisasi mulai menguji apakah investasi AI benar-benar menghasilkan nilai bisnis yang terukur setelah gelombang ekspektasi awal.

Bagi perusahaan di Indonesia, fase ini menjadi momentum untuk menggeser fokus dari sekadar mencoba AI menuju pembangunan fondasi yang lebih matang. 

Kualitas data, tata kelola, keamanan informasi, serta kesiapan tim engineering dinilai menjadi faktor yang menentukan keberhasilan implementasi AI pada skala enterprise.

Gartner juga memperkirakan banyak proyek AI yang gagal memberikan hasil karena biaya tinggi dan nilai bisnis yang belum jelas, sehingga organisasi dituntut lebih selektif dalam memilih use case yang benar-benar berdampak.

Dari sisi pasar kerja lokal, pergeseran ini sudah mulai terbaca dalam pola rekrutmen.

"Dua tahun lalu, Spring Boot dengan pengalaman enterprise sudah cukup menjadi nilai jual utama untuk posisi senior backend. Sekarang, banyak job description di perusahaan teknologi menengah ke atas yang sudah menyertakan persyaratan pemahaman LLM, vector database, atau setidaknya pengalaman mengintegrasikan AI ke dalam layanan produksi,” kata Eko, Pranata Komputer Fungsional di BATII Kementerian Keuangan.

Menurutnya, beberapa alasan struktural mengapa migrasi dari backend engineering konvensional ke AI workflow bukan sekadar urusan mempelajari library baru.

Pertama, perbedaan paradigma. 

Arsitektur backend enterprise tradisional termasuk yang dibangun di atas Java Spring Boot bekerja dalam logika deterministik: input tertentu menghasilkan output yang dapat diprediksi dan diuji secara eksak. 

Model bahasa besar (LLM) beroperasi secara probabilistik: outputnya bervariasi, pengujiannya tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama, dan definisi "benar" jauh lebih ambigu.

"Migrasi ke AI workflow bukan sekadar belajar Python atau LangChain. Ini tentang mengubah cara seorang engineer mendesain kontrak sistem, mendefinisikan test coverage, dan mengelola ketidakpastian output di lingkungan produksi," kata Roland Y. H. Silitonga, Academic Director Institut Teknologi Harapan Bangsa.

Kedua, beban warisan sistem (legacy systems). Banyak sistem enterprise di Indonesia dibangun di atas platform Java dan teknologi enterprise lain yang telah digunakan selama bertahun-tahun. 

Sistem-sistem tersebut menjadi fondasi berbagai layanan penting, mulai dari transaksi keuangan, layanan kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga operasional perusahaan.

Oleh karena itu, integrasi AI tidak cukup dilakukan dengan menambahkan model bahasa atau chatbot. Setiap perubahan harus mempertimbangkan keamanan informasi, kepatuhan terhadap regulasi, auditabilitas, serta kesinambungan layanan. 

Di sektor publik, kebutuhan terhadap tata kelola dan pedoman teknis implementasi AI diperkirakan akan semakin meningkat seiring meluasnya adopsi teknologi tersebut.

Ketiga, infrastruktur yang tidak merata. Menjalankan LLM secara lokal pendekatan yang diperlukan ketika data sensitif tidak boleh keluar dari server internal membutuhkan perangkat keras yang memadai. 

GPU-tier inference tidak murah, dan tidak semua tim engineering perusahaan menengah di Indonesia memiliki akses ke infrastruktur tersebut. 

Solusi berbasis cloud dari penyedia asing seperti OpenAI atau Google pun membawa persoalan tersendiri terkait kedaulatan data.

 

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Aksi Damai di Depan Kantor Kedubes Singapura Jakarta, FPAR Desak Pengembalian Aset Koruptor

Aksi Damai di Depan Kantor Kedubes Singapura Jakarta, FPAR Desak Pengembalian Aset Koruptor

Aksi ini sebagai bentuk kepedulian FPAR terhadap maraknya kejahatan ekonomi lintas negara yang dinilai merugikan kepentingan nasional Indonesia.
Rakor PRR Pascabencana Sumatera-Aceh Rumuskan Kenaikan Biaya Pembangunan Huntap

Rakor PRR Pascabencana Sumatera-Aceh Rumuskan Kenaikan Biaya Pembangunan Huntap

Pemerintah Indonesia melalui sejumlah kementerian dan lembaga menggenjot percepatan penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera-Aceh pada 2025 silam.
Bolehkah Non-muslim Ucap 'Bismillah' seperti yang Dilakukan Ronaldo dalam Laga Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026?

Bolehkah Non-muslim Ucap 'Bismillah' seperti yang Dilakukan Ronaldo dalam Laga Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026?

Ronaldo tersorot kamera sedang mengucapkan kata yang diduga "bismillah". Bagaimana pandangan Islam terkait seorang non-muslim yang mengucapkan "bismillah"?
Sesuai Keputusan Menteri Agama, UIN Jakarta Resmi Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sesuai Keputusan Menteri Agama, UIN Jakarta Resmi Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengambil alih proses integrasi SMA/SMK Triguna pada Jumat (3/7/2026). Langkah ini sebagai upaya penyelamatan aset negara.
Lewat Tapis dan Siger, Geisha Bakal Perkenalkan Identitas Lampung di Duta Anak Indonesia 2026

Lewat Tapis dan Siger, Geisha Bakal Perkenalkan Identitas Lampung di Duta Anak Indonesia 2026

Geisha Geraldine Agus perwakilan Provinsi Lampung berkomitmen memperkenalkan nilai-nilai budaya daerahnya pada ajang Grand Final Duta Anak Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 1–5 Juli 2026.
Ramalan Karier 12 Zodiak Besok 4 Juli 2026: Leo Penuh Percaya Diri, Virgo Dipercaya Memimpin Proyek

Ramalan Karier 12 Zodiak Besok 4 Juli 2026: Leo Penuh Percaya Diri, Virgo Dipercaya Memimpin Proyek

Ramalan karier 12 zodiak besok, 4 Juli 2026. Simak prediksi karier lengkap untuk Aries hingga Pisces di sini.

Trending

Ternyata Bukan Hilang, Nadira Az-Zahra di Rumah Bibinya, Polisi: Masalah Keluarga

Ternyata Bukan Hilang, Nadira Az-Zahra di Rumah Bibinya, Polisi: Masalah Keluarga

Teka-teki mengenai hilangnya mahasiswi cantik asal Telkom University Nadira Az-Zahra (21) akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat dinyatakan hilang kini -
Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand yang diperkirakan bernilai sekitar Rp4,5 triliun.
Wanita Kepergok Jual Perhiasan Emas Palsu di 20 Toko Emas Pamulang, Polisi Ungkap Motifnya

Wanita Kepergok Jual Perhiasan Emas Palsu di 20 Toko Emas Pamulang, Polisi Ungkap Motifnya

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq menerangkan, berdasarkan pengakuan pelaku, yang bersangkutan sudah beraksi ke 20 toko emas.
MUI Usulkan Pejabat yang Korupsi Dihukum Mati, Ketua Umum MUI: Berapa Orang yang Mati Karena Koruptor?

MUI Usulkan Pejabat yang Korupsi Dihukum Mati, Ketua Umum MUI: Berapa Orang yang Mati Karena Koruptor?

Baru-baru ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar pejabat yang korupsi atau merampok uang negara, agar dijatuhi hukuman mati. Bahkan Ketua Umum MUI,
Gebrakan Persib Bawa Berkah untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Makin Pede Raih Juara

Gebrakan Persib Bawa Berkah untuk Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Makin Pede Raih Juara

Langkah agresif Persib di bursa transfer musim panas tak hanya untungkan klub. Kebijakan itu juga bawa angin segar bagi Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026.
KPK: Ada Dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Depok

KPK: Ada Dugaan Pungli di Kantor Imigrasi Depok

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, saksi yang berasal dari Kanim Depok didalami soal dugaan penerimaan uang.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 4 Juli 2026: Sagitarius Mendadak Tajir

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 4 Juli 2026: Sagitarius Mendadak Tajir

Keberuntungan finansial diperkirakan menghampiri sejumlah zodiak pada Sabtu, 4 Juli 2026. Berikut 6 zodiak yang diprediksi paling bercuan deras di akhir pekan!
Selengkapnya

Viral